24 Januari 2013

Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2013

Apa kabar tentang PLPG di tahun2013 ini ya....  ternyata ada info terbaru yang admin baca di surya.... Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Unesa direncanakan akan dimulai pada Maret mendatang. Namun pendidikan satu tahun pengganti PLPG ini tak diminati guru. Tak ada guru yang sudah mengajar mengikuti pendidikan ini.

Sesuai data yang disampaikan pihak Unesa, ada sebanyak 220 calon guru akan mengikuti pendidikan profesi tersebut. Pendidikan ini pengganti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang selama ini ada. PPG dinilai lebih baik ketimbang PLPG.

PLPG berlangsung sepuluh hari sedangkan PPG satu tahun. PPG ada dua kategori, yakni PPG dalam jabatan (guru yang sudah mengajar) dan PPG prajabatan (sarjana lulusan pendidikan guru).

"PPG Maret nanti adalah PPG pertama sekaligus nganyari gedung PPG. Tapi peserta adalah sarjana mendidik di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (SM3T). Bukan dari guru yang sudah mengajar selama ini," kata Suyatno, Humas Unesa, Kamis (24/1/2013).

Para sarjana itu telah menyelesaikan tugas mereka sebagai guru di daerah terpencil di NTT Desember lalu. Mereka para sarjana pendidikan seperti sukwan (GTT). Kalau mau mengajar kembali harus ikut PPG prajabatan. Jumlah mereka sebanyak 220 orang.



Pendidikan atau kuliah PPG akan dilaksanakan di gedung PPG yang terletak di kampus Unesa Lidah Wetan. Gedung ini tergolonh megah dengan 9 lantai.

Yatno menuturkan bahwa PPG perdana ini diperuntukkan untuk SM3T. Sebab, guru yang sudah mengajar tak berminat PPG dalam jabatan. Salah satu penyebab tak diminatinya PPG dalam jabatan karena membayar. Bisa sampai Rp 6 juta. Sebelumnya Unesa pernah mengusulkan berbeasiswa.

Sementara itu, penanggung jawab PPG Prof Lutfiyah Nurlaela sebelumnya menyampaikan bahwa seluruh guru dan para lulusan sarjana pendidikan tak boleh mengajar bila belum menempuh PPG. Pendidikan setahun ini mirip pendidikan profesi dokter.

"PPG ini diperuntukkan bagi guru yang mengajar dengan SK di atas 2005. Di bawah tahun ini cukup dengan PLPG. Sebab, ini sudah tuntutan profesi di era seperti sekarang," kata Luthfityah.

Sebelumnya, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jatim Salamun menjelaskan bahwa untuk menjadi peserta PPG, guru harus tes. Nantinya yang lulus PPG berhak atas sertifikasi guru. "Artinya kalau sudah sertifikasi, mereka berhak atas tunjangan TPP," kata Salamun. - dikutip dari surabaya.tribunnews.com

0 komentar: