Ada kabar gembira bagi para guru yang lulus sertifikasi kuota 2006. Setelah menunggu tanpa kejelasan seputar janji pemberian tunjangan profesi, akhirnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jatim memberikan sinyal segera mencairkan tunjangan satu kali gaji per bulannya itu.
Hanya, belum semua guru yang lulus kuota 2006 tersebut mendapat tunjangan itu. Di antara 5.904 guru se-Jatim yang terdata lulus, untuk sementara Dinas P dan K akan mencairkan tunjangan kepada 2.228 guru. Sisanya, 3.676 guru, harus sabar menunggu. Termasuk, guru yang lulus kuota 2007.
dikutip dari jawapos
30 April 2008
Guru Segera Nikmati Tunjangan Profesi
Diposting oleh
admin
di
13:24
0
komentar
Link ke posting ini
22 April 2008
PORTOFOLIO GURU 2
R= RELEVAN, TR=TIDAK RELEVAN. Point harus didapat sebanyak- banyaknya, untuk pendidikan dan pelatihan pada kuota 2008 tidak dibatasi akan tetapi sertifikat asli yang dikumpulkan, dikarenakan untuk mengurangi kecurang yang dilakukan.. Banyak guru bertanya apakah nantinya sertifikat itu dikembalikan lagi.... belum ada jawaban yang pasti ... walau dari Dirjen Dikti bilang akan dikembalikan (tidak ada jaminan kembali semua)
Diposting oleh
admin
di
22:02
1 komentar
Link ke posting ini
15 April 2008
RUBRIK PENILAIAN PORTOFOLIO 1
**Untuk mata pelajaran produktif SMK, program keahlian analog dengan rumpun bidang studi (mapel)
Untuk membantu para guru yang mungkin belum tahu bagaimana membuat portofolio dalam proses sertikasi guru, maka saya akan menuliskan penilaian portofolio secara bersambung di blog ini. Apabila ada kesalahan atau mungkin beda konsep maka harap diperiksa kembali.
Hal pertama dalam penilaian portofolio untuk sertifikasi guru adalah kualifikasi akademik. penilaian dimulai dari sarjana S1 / D4. skor bisa dilihat di gambar. jadi poin tertinggi akan didapatkan bagi mereka yang mengajar sesuai bidang studi (mapel) dan sesuai ijasah kepedidikannya (150) selanjutnya..
Diposting oleh
admin
di
03:34
1 komentar
Link ke posting ini
13 April 2008
Alokasi dana pendidikan
Anggaran Departemen Pendidikan Nasional sebagai departemen pengemban tugas utama di bidang pendidikan dalam pemerintahan, hanya sebesar Rp 45,9 triliun tahun lalu dan itupun belum mencapai 20 persen sesuai amanat konstitusi. Sedangkan, setelah APBN-P tahun 2008 yang disahkan , anggaran Departemen Pendidikan Nasional dari Rp 49,7 triliun terpotong hingga tersisa Rp 44,7 triliun. Ini jelas semakin menjauhi amanah konstitusi (20% APABN)
Anggaran fungsi pendidikan tanpa gaji guru dan di luar pendidikan kedinasan persentasenya 11,8 persen tahun 2007. Sedangkan, dengan penghitungan yang sama, anggaran pendidikan hanya 9,6 persen setelah APBNP tahun ini. Anggaran fungsi pendidikan dengan mengikutsertakan gaji pendidik setelah pemotongan anggaran tersebut menjadi 15,6 persen.
Semoga dana sertifikasi, guru bantu dan lainnya lebih bisa dipilah agar tidak menjadikan inovasi/ kreativitas bidang pendidikan terganggu.
Diposting oleh
admin
di
21:55
0
komentar
Link ke posting ini
08 April 2008
Try Out terus... Murid +siap / + Linglung
Belakangan ini untuk siswa kelas akhir (kelas 6 SD, 3 SMP dan 3 SMA) berulangkali mendapatkan Try out (Uji coba) UNAS. Dalam rentang waktu JAnuari samapai MAret saja mereka melakukan try out lebih dari 5 kali (bahkan ada yang lebih dari 10 kali). Apa kalau seringkali try out bisa menambah pintar ?! mungkin saja mereka terlatih mengerjakan soal tapi apakah nantinya mereka ketika ujian siap... apa nggak tambah linglung. MEmang sich try out gratis tapi harusnya lebih terjadwal rentang waktunya. Pada bulan MAret ini saja mereka try out sebanyak 3 kali.
Ada banyak asumsi dalam hal ini, tapi yang jelas murid jadi korban... memang murid tidak ditarik biaya tapi pengeluaran itu dari APBD setempat. Apa tidak cara lain sich untuk meningkatkan hasil akhir murid - murid...
Tahu nggak imbasnya bagi adik kelas mereka... jadi sering libur dan tentunya mengganggu jumlah jam mengajar. "itu kebijakan dari pusat" gitu kata para guru. Bagaimana komentar anda ?
Diposting oleh
admin
di
06:17
0
komentar
Link ke posting ini
05 April 2008
Kursus Gratis buat Siswa Miskin
program yang sangat mulia .... itulah yang tergambar dibenak saya. Siswa miskin mendapat tambahan belajar khusus dari dinas pendidikan. Program ini bermaksud meningkatkn kualitas dari siswa miskin untuk menjadi sama dengan siswa kelas menengah atas. Prestasi di kaum miskin beberapa tahun belakangan ini mulai merosot drastis. Banyak sekali mereka yang berekonomi menengah ataslah yang selalu berjaya. Dimanakah program ini akan dijalankan ? Ternyata Kota Surabaya mencoba melakukannya. Kursus ini diberikan kepada siswa miskin dan mata pelajaran hanya yang termasuk UNAS. Biaya guru pengajar ditanggung pemerintah kota Surabaya.
Semoga perhatian terhadapa dunia pendidikan tidak akan berubah walau apapun yang terjadi
Diposting oleh
admin
di
22:19
0
komentar
Link ke posting ini


