Ini dia berita yang mungkin membuat sesak dada para guru penerima tunjangan Profesi.... ANGGARAN besar, hasil kerdil, itulah ironi pendidikan nasional. Anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN yang telah dijamin konstitusi ternyata tidak mampu membuat kualitas pendidikan kita menjadi lebih baik.
Anggaran besar telah dihabiskan, tetapi kualitas pendidikan kita tetap jalan di tempat. Salah satu indikatornya ialah program sertifikasi guru yang dinilai gagal meningkatkan kualitas guru dalam mengajar.
Hasil survei Bank Dunia tentang kegiatan belajar-mengajar pada 2011 di beberapa negara, termasuk Indonesia, yang dirilis di Doha, Qatar, Kamis (15/11), menegaskan kegagalan program yang telah berlangsung selama lima tahun tersebut.
Hasil survei itu secara eksplisit menyimpulkan program sertifikasi guru tidak mengubah kualitas kegiatan belajar-mengajar di kelas.
Penguasaan siswa terhadap materi dan pelaksanaan pembelajaran dengan pedagogi pun dilaporkan lemah. Kemampuan siswa menguasai pelajaran setelah ada program sertifikasi masih sama dengan sebelum ada program tersebut.
Anggaran besar telah dihabiskan, tetapi kualitas pendidikan kita tetap jalan di tempat. Salah satu indikatornya ialah program sertifikasi guru yang dinilai gagal meningkatkan kualitas guru dalam mengajar.
Hasil survei Bank Dunia tentang kegiatan belajar-mengajar pada 2011 di beberapa negara, termasuk Indonesia, yang dirilis di Doha, Qatar, Kamis (15/11), menegaskan kegagalan program yang telah berlangsung selama lima tahun tersebut.
Hasil survei itu secara eksplisit menyimpulkan program sertifikasi guru tidak mengubah kualitas kegiatan belajar-mengajar di kelas.
Penguasaan siswa terhadap materi dan pelaksanaan pembelajaran dengan pedagogi pun dilaporkan lemah. Kemampuan siswa menguasai pelajaran setelah ada program sertifikasi masih sama dengan sebelum ada program tersebut.










