GURU

Berbagi menjadi Guru, Trainer, Motivator Untuk Masa Depan Negara yang lebih Gemilang

Pendidikan Profesi Guru

PENDIDIKAN PROFESI GURU / PPG

DIGITAL MARKETING DENGAN AI

Digital Marketing menggunakan Kecerdasan Artifisial

DIGITAL MARKETING

Pelatihan Digital Marketing SMK se Jawa Timur di bawah Pondok Pesantren

Makan Bergizi Gratis

Program Makan Bergizi Gratis / MBG Tahun 2026

Tampilkan postingan dengan label Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru. Tampilkan semua postingan

04 Juli 2017

AGMP VS PGRI ?

WAJIB DIBACA TUNTAS UNTUK PENGURUS DAN ANGGOTA PGRI
Oleh : Dr (Cand) Dudung Nurullah Koswara, M.Pd
(Ketua PGRI Kota Sukabumi)


PGRI Dalam Target, Waspadalah!!!

Sungguh kaget melihat begitu keras Ibu Ketua Umum PB PGRI berbicara “menghantam” Dirjen GTK dihadapan Mendikbud Prof. Muhadjir dan semua jajaran Kemdikbud. Terus terang saya melihat “serangan” Ibu Ketua Umum PB PGRI terhadap Dirjen GTK di sarangnya bagaikan induk ayam yang melindungi anak-anaknya dari bahaya pemangsa. Ibu Ketua Umum terlihat “emosional” dalam membela para guru, bagaikan seorang Ibu yang selalu memikirkan nasib anak-anak tercintanya.

Kesimpulannya Ibu Ketua Umum PB PGRI Dr Unifah Rosyidi benar-benar menumpahkan kekesalan terhadap birokrasi pendidikan setingkat Dirjen GTK. Bahkan diantara sejumlah argumen yang disampaiakn beliau katakan bahwa sesungguhnya Dirjen GTK adalah made in PGRI tetapi malah merepotkan PGRI dan banyak menyakiti guru. Dirjen GTK dibuat untuk memudahkan guru malah menyusahkan guru. Itulah “teriakan” Ketua Umum PB PGRI dihadapan Mendikbud dan jajarannya.

09 Desember 2015

HUT GURU DIPOLITISASI ?

Beberapa hari ini kita semua para guru dibuat bingung sama Pemerintah, bagaimana tidak... peringatan HUT guru ke 70 yang diinisitifisasi oleh PGRI tidak didukung pemerintah, ada apa ya ? memang sih hari guru sudah lewat.... tapi PGRI ingin merayakan sendiri (tanpa pemerintah)

 Riyanto Agung Subekti Ketua Tim Investigasi FHK2I mengatakan‎ inkonsistensi pemerintah sudah sangat nampak, pertama tidak mematuhi UUGD tahun 2005 dan PP 74 tahun 2008 yang mengharuskan seluruh guru digaji pemerintah di atas kebutuhan minimal. Tapi nyatanya masih ada guru dengan gaji Rp 150 ribu (diberbagai daerah terutama yang sulit dijangkau). Kedua Juknis TPG yang “melarang guru sakit” simbol kebijakan yang sakit pula.

18 Januari 2014

CARA MENDAFTAR MENJADI INSTRUKTUR NASIONAL

Kementerian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan merekrut 33 ribu Instruktur Nasional (IN) sebagai implementasi Kurikulum 2013 (kalau ketika KTSP dulu ada master dan supermaster... nah sekarang ganti IN). 33 ribu IN akan melatih sekitar 1,3 juta guru sasaran secara nasional. Namun upaya tersebut masih mengalami kendala. Pasalnya, jumlah pendaftar IN masih minim, yakni baru mencapai 27 ribu. Dampaknya, implementasi Kurikulum 2013 bisa berhenti.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP dan PMP) Kemendikbud, Syawal Gultom mengatakan, keberadaan IN ini sangat penting dalam implementasi kurikulum 2013. IN variable yang sangat menentukan, begitu kata Syawal di Kemendikbud, Jumat (17/1).

Untuk seleksi calon IN ini terbuka bagi seluruh yayasan pendidikan. Mulai dari Ma'arif (NU),  Muhammadiyah, Taman Siswa, Majelis Perguruan Kristen, Khatolik dan Yayasan pendidikan lainnya. Kemendikbud juga telah menetapkan jadwal pelatihan calon IN yakni 3-7 Maret 2014. pendaftaran calon IN ini dibuka selebar-lebarnya bagi guru inti, kepala sekolah, pengawas, dosen, unsur dinas pendidikan maupun widyaiswara. Nah minggu ketiga Maret dengan pelatihan guru sasaran. Untuk memudahkan pelatihan guru sasaran, IN akan didatangkan ke daerah yang ditetapkan menjadi Tempat Penyelenggaraan Kegiatan (TPK).

Setiap TPK akan menghimpun 25-40 sekolah menjadi kelompok pelatihan. Maret-Juni merupakan prosesnya dan selesai karena sudah diperhitungkan. Prosedurnya menjadi Instruktur Nasional / IN Pendaftaran sudah dimulai dan IN akan ditutup 26 Januari 2014, dilanjutkan seleksi administrasi para pendaftar calon IN sampai 30 Januari. Untuk Pengumuman kelulusan seleksi administrasi akan dilakukan pada 31 Januari 2014 .

Pendaftaran Instruktur Nasional (IN) dilakukan dengan dua cara, online dan offline. Yang online, sistemnya sudah disiapkan dan segera akan dilaunching, yang offline, calon IN bisa mendaftar di Dinas Pendidikan Kabupaten/kota. Data dari Kemendikbud menyebutkan 33 ribuan IN yang dibutuhkan terdiri dari IN SD sebanyak 14.707 orang, SMP 10.107 orang, SMA 5.352 orang dan SMK 2.940 orang.

Jadi perlu diingat cara mendaftar menjadi Instruktur Nasional Kurikulum 2013 ini bisa secara offline (yang sudah dibuka) dan online yang sekarang masih proses launching. Monggo bagi Guru yang ingin jadi guru Instruktur nasional.

09 April 2010

GURU KREATIF ?

Kalau dipikir-pikir siapa sebenarnya guru yang lebih pintar ? Coba kita lihat dan bandingkan sama-sama. Di Sekolah Negeri favorit pasti mendapat siswa yang sudah terseleksi, jadi otomatis siswa yang didapatkan pasti pintar (diatas rata-rata) dikarenakan mereka membatasi penerimaan. Sedangkan yang tidak favorit pasti mendapat siswa sisa, otomatis mereka dibawah rata-rata.

MAri kita coba mengajar dikelas sekolah favorit... guru nggak terlalu dipusingkan maslah sikap dan SDM siswa, karena mereka pilihan jadi pasti oke, guru hanya dituntut lebih kreatif. Ketika menyampaikan materipun siswa pasti dengan cepat mengerti (sebagian besar kan les..). JAdi Begitu saja yang dihadapi guru di sekolah favorit. Sekarang masuk di sekolah tak favorit (atau pelosok), guru masuk saja siswa masih ramai, ketika disuruh diam masih ada saja yang omong sendiri, dan ketika dijelaskan materi mereka sangat sulit menerima. KAdang masuk telinga kiri keluar langsung telinga kanan. Guru tidak hanya harus kreatif tapi harus benar-benar bisa menguasai kelas.

Jadi wajar saja output yang dihasilkan lebih mudah sekolah favorit. Input baik output jelas baik, sedangkan kalau input jelek outputnya.... baik / sedang / tetep jelek.... JAdi guru sekolah yang tidak favorit merupakan pejuang murni pendidikan, walau pada dasarnya semua guru memang memberikan pendidikan. Berkat guru yang mengabdi disekolah swasta ataupun sekolah tak favoritlah pendidikan di negara terus berjalan, Pemerintah perhatikanlah nasib mereka.

26 Juni 2009

Pendaftaran Siswa Baru (PSB)

Melepas kelas 6 SD untuk masuk ke sekolah yang lebih tinggi, rasa senang, bangga akan mereka sungguh membuat hati kita gembira. Menerima siswa baru kelas satu yang mungil dan lucu. 6 tahun lagi mereka pun juga akan meninggalkan Sekolah Dasar.

Kadang kalau kita memiliki siswa yang pintar, selalu juara kalau diikutkan lomba membuat kita merasa sangat kehilangan, belum tentu kita bisa mendapatkan seperti mereka. Tapi itulah tugas guru yang sebenarnya, membuat yang tidak bisa menjadi bisa. Ketekunan tak gampang putus asa membuat kita semua akan menjadi lebih baik. Perpisahan telah dilaksanakan, Penerimaan Siswa baru juga telah dibuka. Banyak sekali generasi sekarang yang mulai memasuki usia sekolah. Apa yang akan terjadi di negara ini 20 tahun yang akan datang adalah hasil pendidikan sekarang ini.

BOS (Biaya OPerasional Sekolah) yang sekarang sudah sangat diharapkan oleh sekolah kadang menjadi batu sandungan bagi guru. Bahkan isu beredar.. karena sekolah gratis guru tidak semangat mengajar.... apa benar demikian. Mungkin sebagian kecil benar ada juga bebebrapa guru yang beranggapan demikian. Persoalan nya adalah uru tidak mendapat tambahan gaji lagi dari sekolah karena semua pengeluaran uang BOS harus dilaporkan dan ada peraturannya. Sekolah gratis memang menjadi idaman sampai sekarang. Sekarangpun Penerimaan Siswa Baru bagi sekolah Negeri dilarang memungut sepeserpun.

Guru sebenarnya senang ada tunjangan profesi,sayang masih dinikmati 5% dari total guru di Indonesia itupun pembayaran nya tidak berjalan dengan mulus bahkan tidak tahu berjalan terus apa nggak. Semua program Pemerintah memang baik, tapi kita tidak tahu apakah daerah bisa menjalankan dengan baik atau tidak.