GURU

Berbagi menjadi Guru, Trainer, Motivator Untuk Masa Depan Negara yang lebih Gemilang

Pendidikan Profesi Guru

PENDIDIKAN PROFESI GURU / PPG

DIGITAL MARKETING DENGAN AI

Digital Marketing menggunakan Kecerdasan Artifisial

DIGITAL MARKETING

Pelatihan Digital Marketing SMK se Jawa Timur di bawah Pondok Pesantren

Makan Bergizi Gratis

Program Makan Bergizi Gratis / MBG Tahun 2026

27 Februari 2013

Dana Belum Siap, Tes CPNS dari Honorer K2 Molor Lagi

Jadwal seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari honorer kategori dua (K2) molor lagi. Jika sebelumnya direncanakan seleksi sesama honorer K2 digelar sekitar Juni-Juli, kini berubah lagi menjadi Oktober. Molornya jadwal seleksi ini menurut Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (SesmenPAN-RB) Tasdik Kinanto, karena alotnya pembahasan anggaran dengan Kementerian Keuangan.

Apalagi dana yang diajukan ke Ditjen Anggaran Kemenkeu sebesar Rp 148 miliar belum disetujui. "Pembahasan di internal pemerintah sangat alot sehingga membuat jadwal tesnya molor," ujar Tasdik dalam rapat panja pengawasan tenaga honorer Komisi II DPR RI, di Senayan, Selasa (26/2). Dari data base Badan Kepegawaian Negara (BKN) ada 558.899 honorer K2 yang akan mengikuti tes tertulis maupun kompetensi dasar.

Mengingat keterbatasan sarana dan prasarana, lanjut Tasdik, kemungkinan tes tertulis dilakukan secara manual dan menggunakan lembar jawaban komputer (LJK), dengan menetapkan standar kompetensi dasar. Untuk mekanisme tes ini, pemerintah akan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. "Sebenarnya jadwal-jadwal pelaksanaan pengangkatan honorer K2 bisa terlaksana baik bila anggarannya lancar. Berhubung hingga saat ini belum ada kejelasan, maka jadwalnya bergeser semua," tambahnya.

25 Februari 2013

Nasib Honorer K1 Ditentukan 1 Maret

Ternyata ada saja permasalahan untuk Honorer Kategori 1 / K1 yang akan diangkat CPNS... repot deh... bagaimana yang Honorer K2 ? Pengumuman nama-nama tenaga honorer kategori satu (K1) yang lolos menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mundur lagi. Jadwal sementara, pada 1 Maret 2013 rapat penentuan baru akan digelar. Semula, akhir Februari ditargetkan sudah ada pengumuman.

15 Februari 2013

AKTA4 OH AKTA 4

Kadang ketika orang bertanya kepada admin apa sih akta4... seneng juga menjelaskan ke mereka, tapi ketika blog ini semakin terpuruk akibat tulisan dan mungkin juga informasi dari luar membuat sumpek juga... Maklum akta4 sudah dibangun sejak 2007 dimana ketika itu admin baru saja lulus AKTA4. Banyak sekali keuntungan yang didapat dengan adanya Akta4. Syang Pemerintah tak meneruskan program ini dan diganti lebih baik lagi.

Informasi di blog ini semakin memecah.... yang seharusnya fokus di pendidikan guru jadinya ke berbagai kehidupan guru, seperti CPNS, Honorer kategori 1 dan kategori 2, UKG dan informasi tentang pengganti akta4 sendiri yaitu PPG. Untuk menjadi guru profesional harus sertifikasi...syarat sertifikasi harus guru Tetap PNS atau Yayasan... kalau honorer masih belum bisa... padahal secara kualitas terlihat... aneh juga

Btw semua itu memang terjadi dan bagaimana kita menyikapi... pemerintah menginginkan guru yang lebih baik, anggaran yang besar sudah tapi lihat saja di beberapa sekolah negeri... banyak guru berusia diatas 45 yang biasanya kinerja mereka menurun(kebanyakan) sehingga membutuhkan tenaga honorer... lha yang honorer muda... antusias dan sangat upto date... sayang belum bisa disebut guru profesional. energi yang besar dimanfaatkan tapi balasannya adalah senioritas lah yang terdahulu... gimana dengan kamu..?

07 Februari 2013

METODE PENELITIAN


A.   Jenis Penelitian
Jenis dari penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimental, karena pengukuran ketuntasan belajar siswa tanpa kelas kontrol. Hasil belajar siswa merupakan akibat perlakuan tugas terstruktur.

B.   Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SDN Indonesia I Kec. ...... Kab. /kota pada semester genap tahun ajaran 2007/2008. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei. '

C.   Sasaran Penelitian
Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Indonesia I Kec. ...... Kab. /kota sejumlah 37 siswa, dengan 24 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki. Sampel yang diambil dalam penelitian ini berdasarkan ketentuan yang diberikan oleh guru kelas.

D.   Rancangan Penelitian
Dalam melakukan penelitian, rancangan yang digunakan yaitu One Shot case study Design yaitu penelitian yang dilakukan dengan nielaksanakan suatu
25perlakuan tertentu kepada subyek kemudian diikuti dengan hasil observasi atau pengukuran akibat perlakuan tersebut (Arikunto, 2006: 83).* Rancangan dari penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:
x    ——ko
Keterangan:
X  =     pelaksanaan  penerapan  Pembelajaran   dengan   Penugasan
terstruktur dalam bentuk TTS. O = hasil observasi setelah perlakuan yaitu hasil belajar dan respon
siswa   terhadap   pembelajaran   dengan   menerapkan   tugas
terstruktur dalam bentuk TTS.

E.   Variabel

04 Februari 2013

BKN Sembunyikan Data Honorer K2

Berita baru BKN : Sembunyikan Data Honorer K2 di Jpnn.com 

Pengangkatan tenaga honorer kategori dua (K2) menjadi CPNS melalui tes tulis semakin dekat. Rencananya ujian tulis digelar Juni mendatang. Tetapi sampai sekarang, Badan Kepegawaian Negara (BKN) masih menyembunyikan data nama-nama tenaga honorer K2. Kepala Biro Humas dan Protokol BKN Aris Windiyanto mengatakan, mereka sudah memiliki data nama-nama tenaga honorer K2 secara komplit. "Data ini sudah siap diluncurkan dalam tahap uji publik," kata dia.

Namun, untuk mengumumkan atau mengeluarkan data-data itu, Aris mengatakan menunggu keputusan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB). Menurut Aris urusan penerimaan atau pengangkatan CPNS baru dari formasi tenaga honorer, menjadi tugas dari Kemen PAN-RB. Selain berwenang mengeluarkan izin uji publik, jajaran Kemen PAN-RB nantinya sekaligus mengeluarkan kuota CPNS baru yang akan diisi pelamar dari tenaga honorer K2.

Setelah izin atau keputusan dari Kemen PAN-RB keluar, Aris mengatakan BKN siap untuk melakukan uji publik nama-nama tenaga honorer K2 itu. Diperkirakan saat ini jumlah tenaga honorer K2 mencapai 600 ribu orang. Tetapi seluruhnya itu tidak akan diangkat semuanya menjadi CPNS dan pengangkatannya bertahap tahun ini dan 2014 nanti.

Seperti pada pengangkatan tenaga honorer kategori satu (K1) menjadi CPNS beberapa waktu lalu, dalam masa uji publik data tenaga honorer K2 pemerintah juga membuka masukan dari masyarakat. BKN tetap berharap jika ada masyarakat yang mengetahui ada kejanggalan pada nama-nama tenaga honorer K2 untuk segera melaporkannya.

01 Februari 2013

PERSIAPAN TEST TENAGA HONORER KATEGORI 2

PERSIAPAN TEST TENAGA HONORER KATEGORI 2 sudah harus dimulai sekarang, maklum kalau tidak siap-siap bisa kacau lho... karena ujian Tenaga Honore Kategori II menggunakan sistem baru yaitu dengan komputer. Sepertinya sistem ini menggunakan trik UKG yang digunakan untuk mengetahui standarisasi hasil guru.

Di surabaya bahkan sesama TENAGA HONORER KATEGORI 2 berkelompok membentuk pelatihan mengerjakan soal-soal yang kira-kira akan diujikan, ide yang sangat bagus... selain menghemat biaya TENAGA HONORER KATEGORI 2 menjadi lebih siap dan bisa lolos masuk CPNS dengan nilai diatas ambang batas. Berdasarkan informasi mereka yang lolos test segera diangkat CPNS bertahap mulai tahu 2013 ini sampai tahun 2014 sedangkan yang tidak lolos akan dijadikan PTT / Honda/ propinsi.



So lebih baik mulai sekarang belajar mengerjakan soal di buku-buku bank soal yang tersedia di toko buku. dengan kebersamaan pasti akan membuat lebih ringan. Kalau 1 kelompok ada 20 orang da 1 orang dibebani beli 1 buku... bisa dapat 20 Bank Soal CPNS... lumayan lho... Setidak-tidaknya tambah ilmu plus teman.... heheheheh

25 Januari 2013

TEST CPNS UMUM DAN TENAGA HONORER K2 2013

Setelah mengangkat honorer kategori 1, pemerintah mulai mempersiapkan 630 ribu honorer kategori dua (K2) akan menjalani uji publik pada Februari mendatang. Uji publik ini akan dilakukan di daerah masing-masing selama 21 hari. Saat ini seluruh data honorer K2 sudah berada di masing-masing Kantor Regional (Kanreg) Badan Kepegawaian Negara (BKN). Nantinya data ini akan diserahkan Kanreg ke masing-masing instansi. Dijadwalkan dalam waktu dekat ini, pemerintah akan mengeluarkan surat edaran untuk mempublikasikan data itu.

Masa uji publik kurang lebih 21 hari, masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan itu untuk memberikan masukan kepada pemerintah. Pengaduan masyarakat ini nantinya akan diselesaikan pemerintah melalui mekanisme verifikasi dan validasi.

Setelah Uji Publik Pemerintah sudah berancang-ancang membuka rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2013. Rencananya tes dijalankan akhir Juni nanti. Honorer kategori dua (K2) mendapat prioritas pengangkatan. Progres persiapan tes CPNS 2013 ini dipaparkan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Wamen PAN-RB) Eko Prasodjo. Hasil konsultasi itu memutuskan moratorium atau penghentian sementara rekrutmen CPNS baru dihentikan. Dengan demikian, tahun ini ada rekrutmen CPNS baru. Yang jelas, pemerintah memastikan tes CPNS 2013 akan diisi pelamar umun dan tenaga honorer K2 yang prioritaskan karena amanah PP (peraturan pemerintah).

PP itu mengamanahkan honorer K2 diangkat secara bertahap mulai tahun ini hingga 2014. Jumlah honorer K2 hampir 600 ribu jiwa, tetapi tidak diangkat semuanya. Posisi pelamar umum hanya untuk kursi yang tidak memiliki kandidat di kelompok honorer K2. Saat ini honorer K2 menumpuk di kursi guru, perawat, dan tenaga teknis lainnya. Rangkaian rekrutmen CPNS 2013 dimulai efektif Maret depan. Yakni dengan sosialisasi pendaftaran ke masyarakat. Baru kemudian tes dijalankan akhir Juni. Kalau molor mungkin awal Juli.

Skenario teknis tes CPNS 2013 kemungkinan diperbaharui. Yakni pelamar langsung menjawab soal ujian di depan komputer (computer assisted test/CAT). Pusat sarana CAT masih belum tersebar di daerah. Untuk itu mereka menjajaki kerja sama dengan PTN (perguruan tinggi negeri) yang direkomendasikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

24 Januari 2013

Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2013

Apa kabar tentang PLPG di tahun2013 ini ya....  ternyata ada info terbaru yang admin baca di surya.... Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Unesa direncanakan akan dimulai pada Maret mendatang. Namun pendidikan satu tahun pengganti PLPG ini tak diminati guru. Tak ada guru yang sudah mengajar mengikuti pendidikan ini.

Sesuai data yang disampaikan pihak Unesa, ada sebanyak 220 calon guru akan mengikuti pendidikan profesi tersebut. Pendidikan ini pengganti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang selama ini ada. PPG dinilai lebih baik ketimbang PLPG.

PLPG berlangsung sepuluh hari sedangkan PPG satu tahun. PPG ada dua kategori, yakni PPG dalam jabatan (guru yang sudah mengajar) dan PPG prajabatan (sarjana lulusan pendidikan guru).

"PPG Maret nanti adalah PPG pertama sekaligus nganyari gedung PPG. Tapi peserta adalah sarjana mendidik di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (SM3T). Bukan dari guru yang sudah mengajar selama ini," kata Suyatno, Humas Unesa, Kamis (24/1/2013).

Para sarjana itu telah menyelesaikan tugas mereka sebagai guru di daerah terpencil di NTT Desember lalu. Mereka para sarjana pendidikan seperti sukwan (GTT). Kalau mau mengajar kembali harus ikut PPG prajabatan. Jumlah mereka sebanyak 220 orang.

CONTOH PTK SD BAGIAN III

Setelah memberikan contoh PTK untuk sekolah dasar (SD) bagian 1 dan PTK bagian 2, kali ini PTK bagian III yaitu Bab 2:

KAJIAN TEORI

A. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Kurikulum merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan sekaligus merupakan pedoman dan pelaksanaan pada semua jenis dan tingkat sekolah. Menurut Winarno Surahmad (1977) dalam Burhan (1988) mendefinisikan kurikulum sebagai "suatu program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan tertentu". Kurikulum senantiasa bersifat dinamis, karenanya selalu disesuaikan dengan berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, siswa itu sendiri sebagai perkembangan tersebut dan lebih memantapkan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan, itu sebabnya pula kurikulum selalu diadakan perbaikan. KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Penyusunannya dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP). Dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, potensi dan karakteristik daerah serta sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik.


KTSP merupakan bentuk operasional pengembangan kurikulum dalam konteks desentralisasi pendidikan dan otonomi daerah, yang akan memberikan wawasan baru terhadap sistem yang sedang berjalan selama ini. Dalam penerapannya dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah yang berpedoman pada standar penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BNSP tujuan:

1) memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan dengan pemberian otonomi kepada lembaga sekolah dan mendorong sekolah dalam pengambilan putusan;
2) meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum, mengelola sekolah dan memberdayakan sumber daya yang tersedia;

21 Januari 2013

Persiapan Rekrutmen CPNS dari Honorer K2

Pengangkatan tenaga honorer kategori 1 (K1) menjadi CPNS belum beres, pemerintah sudah dihadapkan dengan kewajiban mengangkat tenaga honorer kategori 2 (K2). Meskipun pola pengangkatannya berebeda, potensi kisruh tetap menghantau pengangkatan honorer K2.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Eko Sutrisno mengatakan, secara teknis proses pengangkatan tenaga honorer K2 menjadi CPNS masih belum final. "Rencananya kita matangkan melalui pembahasan bersama DPR tanggal 23 (Januari) depan," ujarnya kemarin.

Eko menuturkan, dalam rapat ini akan bahas sejumlah beberapa hal krusial. Misalnya soal kuota dan formasinya. Sebagaimana diketahui jika jumlah tenaga honorer K2 di Indonesia mencapai sekitar 600 ribu lebih.

Pemerintah sudah memastikan jika negara tidak memiliki kemampuan untuk merekrut seluruh seluruh tenaga honorer K2 itu. Sehingga tidak semua tenaga honorer akan terangkat dan pengangkatannya juga bertahap mulai tahun ini hingga 2014 nanti.

16 Januari 2013

PTK bagian 2

Setelah Contoh PTK Bagian 1 yang berisi tentang Judul dan latar belakang, ini lanjutannya, masih di Bab 1 :

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dinunuskan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana efektifitas penerapan tugas terstruktur terhadap ketuntasan belajar siswa Kelas III SDN Indonesia I Kec. ...... Kab. /kota?
2. Bagaimana keterlaksanaan proses- belajar mengajar dengan penerapan tugas terstruktur Kelas III SDN Indonesia I Kec. ...... Kab. /kota?
3. Bagaimana respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran dengan penugasan terstruktur Kelas III SDN Indonesia I Kec. ...... Kab. /kota?


C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Mengetahui efektifitas penerapan tugas terstruktur terhadap ketuntasan belajar siswa Kelas III SDN Indonesia I Kec. ...... Kab. /kota.
2. Mengetahui keterlaksanaan proses belajar mengajar dengan penerapan tugas terstruktur Kelas III SDN Indonesia I Kec. ...... Kab. /kota.
3. Mengetahui respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran dengan penugasan terstruktur Kelas III SON Indonesia I "Kec. ...... Kab. /kota.

D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Bagi guru kelas diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pemilihan metode pembelajaran.
2. Tersedianya contoh pendalaman materi bagi guru untuk materi yang sama.
3. Memberikan petunjuk bagi siswa dalam memahami materi .
4. Memberikan pengalaman bagi siswa untuk membuat tugas terstruktur yang baik.
5. Memberikan pengetahuan tambahan dan pengalaman baru bagi murid tentang tugas terstruktur.

CONTOH PTK Bagian 1

Selama ini Akta4 hanya memberikan cara membuat PTK / contoh judul PTK dan propoposalnya , kali ini Akta4 akan langsung memberikan salah satu contoh PTK. Judul PTK ini adalah

Efektifitas Penerapan Tugas Terstruktur 
Sebagai Pendalaman Pada Materi Gerak Benda 
pada siswa kelas III SDN


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang


Pemerintah selalu berupaya untuk selalu meningkatkan mutu pendidikan dengan cara melakukan perubahan kurikulum dari kurikulum 1994 menjadi kurikulum 2004 kemudian, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan terus menerus dilakukan. Terbukti dengan adanya perubahan kurikulum baik pada tingkat dasar, menengah maupun tingkat perguruan tinggi. Perbaikan dan perubahan sistem pendidikan tersebut pada dasarnya bertujuan untuk mewujudkan tuntutan pendidikan dan pengajaran yang sesuai dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Untuk merealisasikan hal tersebut, pemerintah telah mengembangkan suatu kurikulum pendidikan nasional yang dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diterapkan pada tahun 2007/2008 sebagai upaya penyempurnaan kurikulum 2004.

KTSP merupakan kurikulum yang disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Penyempurnaan kurikulum ini harus sesuai dengan standar isi yang memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, dan kalender pendidikan yang merupakan pedoman untuk pengembangan KTSP. Standar isiadalah ruang lingkup mated dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam persyaratan kompetesi tamatan, kompetensi bahan kajian, 'kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang haras dipenuhi pada jenjang pendidikan tertentu (Mulyasa, 2006: 45).

SAINS merupakan bagian dari sains yang merekonstruksi pikiran manusia berdasarkan pengalaman, pemikiran dan penyesuaian dengan lingkungan.
"Mata pelajaran SAINS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan antara lain:
1) membentuk sikap positif terhadap SAINS dengan menyadari keteraturan dan keindahan alam serta mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa;
2) memupuk sikap ihniah yaitu jujur, obyektif, terbuka, ulet, kritis dan dapat bekerjasama dengan orang lain;
3) mengembangkan pengalaman untuk dapat mengajukan dan menguji hipotesis melalui percobaan, serta mengkomunikasikan hasil percobaan serta lisan secara tertulis;
4) mengembangkan kemampuan berfikir analisis, induktif, dan deduktif dengan menggunakan konsep dan prinsip-prinsip;
5) mengembangkan penguasaan dan prinsip SAINS dan saling keterkaitannya dengan IPA lainnya serta mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap percaya diri;
6) menerapkan konsep dan prinsip SAINS untuk menghasilkan karya teknologi sederhana yang berkaitan dengan kebutuhan manusia;
7) meningkatkan kesadaran dan berperan serta dalam menjaga kelestarian lingkungan" (Depdiknas, 2006).

15 Januari 2013

GURU PNS SD BANYAK YANG PENSIUN

Sampai saat ini pemerintah belum bisa mengatasi kekurangan guru PNS untuk sekolah dasar (SD). Persoalan semakin besar, karena Indonesia bakal menghadapi bom pensiun guru SD tiga tahun berturut-turut.

Prediksi bakal terjadi bom pensiun guru SD ini dipaparkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Sulistyo di Jakarta kemarin (14/1). Dia mengatakan, bom pensiun guru SD ini bakal terjadi tiga tahun berturut-turut. Yakni pada 2015, 2016, dan 2017 mendatang.

"Antisipasinya tentu harus dipikirkan dari sekarang," katanya. Pada tiga tahun ini, Sulistyo memperkirakan guru SD yang pensiun bisa mencapai setengah hingga satu juta jiwa lebih.

Khusus di tempat kelahirannya, Jawa Tengah, perkiraan pensiun besar-besaran itu mencapai 100 ribu hingga 200 ribu guru SD per tahun. Keberadaan bom pensiun guru SD ini tidak lepas dari siklus pensiun PNS. Sebagaimana diketahui, rata-rata umur pensiun guru PNS adalah 60 tahun. Sulistyo mengatakan pada pertengahan dekade 70-an silam pemerintah sedang giat-giatnya membangun sektor pendidikan. "Program ini terkenal dengan istilah SD Inpres," kata dia.

Sulistyo mengatakan kala itu pemerintahan yang dipimpin Soeharto sedang gencar-gencarnya membangun SD-SD Inpres di seluruh Indonesia. Setelah SD-SD Inpres tadi selesai dibangun, ternyata persoalan yang muncul adalah sediktinya jumlah guru.

12 Januari 2013

PERLUKAH SEKOLAH LAGI BAGI GURU ?

Setelah banyak informasi tentang Honorer kategori 1 dan test yang akan dilalui dahulu oleh honorer kategori 2, dan juga pembubaran RSBI dan SBI maka hal yang menarik berikutnya adalah bagaimana guru sendiri, PERLUKAH SEKOLAH LAGI BAGI GURU ? bagi mereka yang sudah Sarjana kependidikan ataupun sarjana non kependidikan tapi memiliki Akta4.

Kelihatannya Pemerintah tetap menginginkan kalau mereka ingin masuk ke pemerintahan makan harus sesuai jurusannya... kalau guru SD ya Sarjana PGSD, nah kalau SMP, SMK / SMA sesuai jurusan yang diampu + sarjana kependidikan. Jadi kalau yang belum sesuai apa harus sekolah lagi ? itu yang terbayang dibenak teman-teman karena belakangan ini muncul penawaran Kuliah / sekolah seperti itu. ini juga membuat mereka kebingungan, maklum terlanjur jadi guru eee persyaratannya berubah-ubah...

so apa donk kesimpulannya... apalagi mereka yang sudah sarjana dan memiliki akta4 ? kalau menunggu takut terlambat, kalau langsung ikut takut nggak ada fungsinya...?! tapi ya yang aman sekolah lagi ... itung-itung cari ilmu benar nggak... tapi kalau masalah biaya nah ini masalahnya... wkwkwkwkw

09 Januari 2013

Hanya 35 Persen Honorer K2 jadi CPNS

Berita ini sangat dinanti para tenaga honorer kategori 2 (k2), kapan testnya... apa lolos semua... atau gimana ... ini dia beritanya :

Sebanyak 630 ribuan honorer kategori dua (K2) akan mengikuti tes CPNS yang diperkirakan dimulai awal semester kedua mendatang. Namun dari jumlah tersebut kuota yang disiapkan tidak lebih dari 35 persen. Sehingga separuh lebih honorer K2 hanya bisa gigit jari.

"Untuk pengangkatan tenaga honorer yang sudah masuk K2 hanya akan diangkat sekitar 30 hingga 35 persen saja. Itupun pengangkatannya akan melalui tes," kata Kabag Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Tumpak Hutabarat kepada JPNN, Selasa (8/1).

Terbatasnya kuota tersebut, menurut dia, karena banyak yang non kategori. Misalnya, kategori yang dibutuhkan ada guru matematika tapi yang banyak guru bahasa Indonesia, atau yang dibutuhkan penyuluh adanya tenaga administrasi.

Dari 630 ribuan honorer K2, posisi teratas (80 persen) adalah guru, 10 persen tenaga medis, dan sisanya tenaga administrasi. Dari jumlah guru pun, terbanyak yang mengajar bahasa Indonesia sehingga non kategori. "Melihat performance honorer K2, sekitar 70 persen tidak akan lolos," ujarnya.

Mengenai data listing untuk uji publik K2, lanjut Tumpak, sudah ada pada seluruh Kantor Regional (Kanreg) BKN. Namun listing tersebut belum dibagikan ke unit pengelola kepegawaian daerah (BKD-red) sebelum ada regulasinya.

Ditanya soal nasib honorer K2 yang tidak lolos tes, dia mengatakan, akan diarahkan ke pegawai tidak tetap pemerintah (PTTP). Hanya saja, tidak semuanya bisa masuk PTTP, tapi khusus untuk honorer yang punya formasi.

Semisal, instansi A kekurangan tenaga guru bahasa Indonesia, honorer yang mengabdi di instansi tersebut masih bisa bekerja dengan status PTTP. Apabila instansi A tidak membutuhkan lagi, honorernya akan diberhentikan.

"Prinsipnya, tenaga honorer K2 yang direkrut baik CPNS maupun PTTP harus sesuai kebutuhan instansinya. Di samping tersedia jabatan maupun formasi bagi honorer bersangkutan," tandasnya. dikutip dari jpnn.com