GURU

Berbagi menjadi Guru, Trainer, Motivator Untuk Masa Depan Negara yang lebih Gemilang

Pendidikan Profesi Guru

PENDIDIKAN PROFESI GURU / PPG

DIGITAL MARKETING DENGAN AI

Digital Marketing menggunakan Kecerdasan Artifisial

DIGITAL MARKETING

Pelatihan Digital Marketing SMK se Jawa Timur di bawah Pondok Pesantren

Makan Bergizi Gratis

Program Makan Bergizi Gratis / MBG Tahun 2026

02 Oktober 2011

Dewan Pengurus Persatuan Guru Honorer Indonesia (PGHI)

Mungkin baru kali ini dengar bagi kawan-kawan GTT, sukwan , honorer negeri.... Dewan Pengurus Persatuan Guru Honorer Indonesia (PGHI), maklum karena dibeberapa kota / kabupaten tidak semua ada persatuan guru honorer ini. oke, btw pokoknya beberapa hari yang lalu mereka mendatangi BKN mempertanyakan permasalahan tenaga honorer negeri.

Kedatangan para peng urus IGHI yang berjumlah tiga orang yang diterima oleh Kepala Bagian Humas BKN Tumpak Hutabarat bertujuan untuk melakukan koordinasi dan konfirmasi tentang mekanisme rukrutmen tenaga honorer menjadi CPNS pada tahun 2011.



Menjelaskan hal itu, Tumpak Hutabarat di ruangannya menerangkan bahwa kebijakan pengangkatan tenaga honorer harus berdasarkan pada peraturan pemerintah yang saat ini masih dalam pembahasan. Untuk tenaga honorer yang masuk dalam kategori I dan memenuhi kriteria masih menunggu regulasi (PP-red) untuk pengangkatannya. Adapun untuk kategori II, Tumpak menjelaskan bahwa hal ini juga menunggu kebijakan pemerintah apakah akan diangkat sebagian, keseluruhan atau akan tetap menggunakan seleksi sesame tenaga honorer. Adapun pengangkatan tenaga honorer merupakan kebijakan pemerintah ini tidak termasuk atau dikecualikan dalam kebijakan surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri tetang moratorium penerimaan PNS yang telah ada.

Jadi kapan sih PP pengangkatan tenaga honorer ini kelar...? sekarang sudah bulan oktober yang biasanya ada test CPNS, nah sekarang kan ditiadakan... terus mengangkatnya tenaga honorer jadi PNS gimana untuk mengisi kekosongan guru pendidik yang sudah pensiun....

25 September 2011

RUU Pengangkatan Tenaga Honorer MAsih Belum Selesai !

Banyak sekali yang menunggu dan berharap-harap cemas, bagaimana tidak, bagi tenaga honorer yang ikut pemberkasan sampai sekarang tidak tahu nasibnya malah sering mendapat SMS nyasar tentang pengankatan dirinya. RUU Pengangkatan Tenaga Honorer MAsih Belum Selesai, dan masih terus dibahas... nggak tahu maksudnya apa sih DPR ini..

Berdasarkan berita dari BKN (Badan Kepegawaian NAsional) bahwa Pengangkatan tenaga honorer menjadi calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tidak mengganggu jalannya moratorium penerimaan CPNS. Hal ini berdasarkan Peraturan Bersama tentang Penundaaan Sementara penerimaan CPNS, tenaga honorer merupakan salah satu unsur yang dikecualikan dalam pelaksanaan moratorium.

Sayangnya mekanisme pengangkatan tenaga honorer sampai sekarang belum kelar juga, pengumuman hasil verifikasi dan validasi tenaga honorer kategori I dilakukan setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) yang baru mengenai tenaga honorer. Untuk tenaga honorer kategori II, akan diadakan tes sesama tenaga honorer kategori II dan pengangkatannya disesuaikan dengan keuangan negara. kasihan-kasihan kapan dapat kabar nich teman-teman...

21 September 2011

Guru SMK dapat Dana dari Citi Bank

JArang sekali perhatian dari dunia perbankan untuk masalah pendidikan, tapi sekarang beda, pendidikan sangat diperhatikan yang terbaru adalah guru SMK dapat dana dari Citi Bank ....

Citi Indonesia, Selasa (20/9/2011) meluncurkan Citi Succes Fund (CSF) 2011, program dukungan finansial pertama di Indonesia yang diperuntukkan khusus untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

CSF ditujukan untuk mendukung guru-guru SMK di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Denpasar dalam mewujudkan ide-ide mengajar kreatif mereka. Dukungan ini bekerja sama dengan HOPE Worldwide Indonesia.

Siaran pers Citi Indonesia di Jakarta menegaskan, dalam program ini para guru mendapatkan bantuan finansial dari Citi Peka, untuk menerapkan metode-metode ajar yang lebih mutakhir bagi kemajuan siswa mereka. CSF 2011 adalah salah satu program kemasyarakatan unggulan Citi Indonesia yang dikelola oleh Citi Peka.

Program tahun 2011 ini menjadi tahun kesembilan sejak Citi Indonesia meluncurkan CSF, dengan kontribusi dana lebih dari 1,5 juta dollar AS untuk inisiatif pendidikan di Indonesia.

Setelah 8 tahun penyelenggaraannya yang hanya diikuti oleh Sekolah Menengah Atas (SMA), tahun ini untuk pertama kalinya CSF diperuntukkan bagi SMK.

Tigor M Siahaan, Country Head/Chief Country Officer Citi Indonesia, mengatakan, "Pemerintah, dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional, memiliki fokus untuk menghasilkan lulusan SMK yang berkualitas, yang dapat menjadi tenaga kerja terampil, serta diharapkan juga dapat menjadi pengusaha yang mampu bersumbangsih terhadap perekonomian Nasional."

"Guna mendukung program tersebut, kami merancang CSF 2011 khusus bagi guru SMK. Kami sangat berharap program ini mampu memberikan rangsangan untuk meningkatkan keterampilan mengajar guru-guru, serta membuat mereka lebih kreatif dalam menciptakan materi pembelajaran yang menarik dan interaktif. Kami yakin, sloganSMK Bisa pasti terwujud," tambah Tigor.

Guru-guru SMK yang berminat mengikuti program ini dapat mengirimkan proposal program kreatif mereka ke panitia penyelenggara CSF 2011. Penerimaan proposal program CSF 2011 akan berlangsung sampai 15 Oktober 2011. (dikutip dari kompas)

Ayo siapa saja guru SMK coba yukkk ... tingkatkan kreativitas kalian dan ikuti ajang ini...

20 September 2011

Keterlambatan Pembayaran unjangan Profesi Guru yang selalu Terulang

Keterlambatan Pembayaran unjangan Profesi Guru yang selalu Terulang... Kekacauan pembayaran tunjangan profesi guru ini menimbulkan kecurigaan adanya penyimpangan dalam penyalurannya. Tunjangan itu sebesar satu kali gaji pokok guru pegawai negeri sipil.

Desakan pada pemerintah untuk mengaudit dan menginvestigasi pengelolaan dan penyaluran tunjangan profesi guru datang dari sejumlah organisasi guru dan Indonesian Corruption Watch.



Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo di Jakarta, Selasa (20/9/2011), mengatakan, PGRI mendesak adanya evaluasi dalam penyaluran tunjangan profesi guru (TPG) yang selalu terlambat dan tidak utuh.

"Kami sudah bertemu dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan mendesak supaya lembaga ini serius mengaudit soal TPG," kata Sulistiyo.



Dalam pertemuan BPK dan PGRI beberapa waktu lalu, kata Sulistiyo, terungkap berbagai persoalan dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban tunjangan profesi tahun anggaran 2009 dan 2010.

BPK menemukan berbagai penyimpangan seperti guru yang sudah lulus sertifikasi tetapi tidak dibayar, guru yang tidak memenuhi syarat tetap dibayar, pembayaran terlambat, dan tidak sesuai gaji pokok.



Febri Hendri, Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik Indonesi Corruption Watch (ICW), mengatakan, kekacauan pembayaran TPG mengindikasikan terjadi maladministrasi. ICW akan mendampingi guru untuk meminta Ombudsman dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaudit dan menginvestigasi penyaluran TPG.

"Dana tunjangan sertifikasi besar dan sistemnya yang belum baik membuat rawan dikorupsi. Jadi harus ada pengawasan yang kuat," kata Febri. Menteri Pendidikan Nasional, Mohammad Nuh, menyadari berbagai persoalan dalam pembayaran TPG. Dilema TPG itu seperti dana BOS.

"Maksudnya, mau memberi kesempatan bagi daerah supaya punya rasa kepemilikan terhadap guru, tetapi banyak yang tidak siap melaksanakan," kata Nuh. Menurut Nuh, pembayaran TPG pada tahun 2011 ini seharusnya dilakukan per triwulan. Pada kenyataannya, hampir di semua daerah dibayar pada bulan Agustus ke atas, bahkan banyak guru yang sampai saat ini belum menerima TPG. Kalau tidak segera diawasi hmmm bisa bahaya nich... ingat tunjangan profesi ini untuk meningkatkan Pendidikan di negara kita...

19 September 2011

Pendidikan Profesi Guru (PPG) Nggak Lulus ?

Seperti yang pernah saya ceritakan di postingan sebelum ini, ternyata berita terbaru yang saya dapatkan sungguh sangat mengejutkan.... dimana Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang dilakukan selama 10 hari tidak serta merta membuat semua siswa lulus... ada teman guru juga ikut tidak lulus ujian teori sedang kan ujian prakteknya lulus..

JAdi jangan sampai hal ini terjadi mungkin persiapan yang matang sebelum berangkat PPG. PPG (pendidikan Profesi Guru) memang sebenarnya lebih baik daripada disuruh mengerjakan portofolio yang tingkat stress nya lebih tinggi, dengan PPG ilmu pengetahuan tentang guru akan bertambah dan lebih banyak.

Kalau begitu apa saja yang dipersiapkan menghadapi PPG ? oke berikut mungkin usulan yang bisa diterima dan dijadikan bahan pertimbangan :
1. Persiapan Silabus dan Rpp yang diajar
2. Usahakan bawa contoh PTK (penelitian tindakan Kelas)
3. Bawalah Laptop sendiri

Kelihatannya 3 hal diatas ini sekarang menjadi sangat penting akan kesiapan memasuki PPG selama 10 hari. KAwah CAndradimukanya para guru yang ingin menjadi guru Profesional (bersertifikasi).

09 September 2011

SEKOLAH UNIVERSITAS TERBUKA (UT)

Mungkin ini menjadi isu yang cukup hangat dikalangan para guru yang sudah diangkat menjadi PNS dimana mereka masih masuk golongan II A ketika diangkat dikarenakan ketidaksesuaian ijazah dengan Jurusan mengajar. Perlu diketahui untuk menjadi guru PNS khususnya SD harus memiliki gelar sarjana PEndidikan Sekolah Dasar (S.PdSD) baru bisa masuk dengan golongan III A.

Biasanya untuk perekrutan guru yang diambil dari tenaga Honorer kebanyakan mereka tidak memiliki disiplin ilmu yang sama sehingga ketika pengangkatan akan masuk di golongan II A dan mereka diwajibkan untuk sekolah lagi di Univeristas Terbuka (UT) dengan subsidi dana dari Pemerintah. KAlau memang sudah ada kepastian diangkat menjadi PNS kegiatan kuliah lagi akan dijalani, tapi ternyata proses untuk ijin belajar tidak semudah itu. Jadi KEtika pertama kali diangkat menjadi PNS dan langsung ditawari mengikuti kuliah pendidikan segeralah diterima, karena kesempatan seperti itu jarang sekali terjadi.

Ini terjadi pada PNS angkatan 2007-2009 yang diangkat melewati pemberkasan. KArena ada yang cuek masalah pendidikan ini akhirnya mereka sekarang menyesal karena untuk daftar kuota dibatasi. Jadi berdasarkan pengalaman dari teman-teman ketika ada penawaran untuk kuliah apalagi itu dari dinas dan biaya gratis maka jangan pikir lama-lama deh.

01 September 2011

Hari Raya Idul Fitri

Siapa yang nggak tahu hari raya terbesar satu ini, dan saya salah satu yang puuaaaalliiiing seneng kalo pas hari raya heheheh, banyak sangu deh dari saudara saudara.. dulu deng pas masih jecil sekarang gantian wkwkkwk. Alhamdulillaah Bulan Puasa ini bisa saya lewati dengan lancar seperti biasa nggak ada yg bolong..

Alhamdulillaah nya lagi tunjangan fungsional cair ... pas deh seminggu sebelu hari raya jadi bisa mudik dengan masih membawa uang yang pas.... MEmang terkadang kalau rejeki kita kejar samapi kesel kadang belum kunjung tiba... eee pas yang hampir nggak mungkin malah ada.

Tapi tetep saja lha wong rejeki memang harus dicari. BTW untuk semua Pembaca, teman, siapapun yang berkunjung di Blog AKta4 ini saya sebagai penulis blog ini mengucapkan Mohon Maap LAhir dan Bathin... Selamat hari raya Idul Fitri 1432 H. Ayo mudik yuuukkk

22 Agustus 2011

Akhirnya Dapat Rekening Tunjangan Fungsional

Mungkin berita ini sudah lama saya tulis di blog ini yaitu GTT & GTY sejatim menerima tunjangan fungsional 1,8 jt. BAru tadi pagi pembagian rekening dari Bank Mandiri untuk pencairan dana Tunjangan Fungsional GTT & GTY se Sidoarjo kecamatan Candi. PErsyaratan mengambil rekening ini adalah Foto kopi KTP, KTP Asli, Blanko/ Form Bank MAndiri dan NUPTK. Oh iya yang nggak kalah penting adalah nama sudah terdaftar sebagai penerima tunjangan fungsional dari Dinas Kabupaten / KOta setempat.

hampir 50% teman-teman yang waktu pendataan TUnjangan fungsional masuk ternyata data mereka belum keluar, jadi banyak yang komplain, mau gimana lagi nama yang keluar dari Dinas begitu. Tapi ada info akan ada susulan data. Alhamdulillaah ... bisa buat beli - beli untuk Lebaran. Cuman sayang ketika menerima rekening masih belum ada isinya ... Petugas BAnk MAndiri bilang pokoknya sebelum lebaran uang sudah ditransfer kok PAk...

Btw oke sajalah, lha wong ini dapat saja sudah rejeki... beberapa hari yang lalu untuk Pemkot Surabaya mengumumkan bahwa GTT dan GTY di Surabaya tidak akan mendapat Tunjangan fungsional karena uangnya dibuat menutupi guru yang Sertifikasi, aneh juga padahal dana tunjangan fungsional kan beda dengan Tunjangan sertifikasi.. aneh... ini yang kemarin membuat kita khawatir... tapi ini sudah ada hasilnya... ternyata cair... hhehheheh

21 Agustus 2011

Guru-Dosen Tetap Diangkat !

Ini merupakan kabar gembira bagi guru dan dosen yang datanya sudah masuk database baik Honorer Kategori I maupun KAtegori 2.Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menjamin pengangkatan guru dan dosen tetap akan berlangsung meski ada mo­ratorium bagi pegawai negeri sipil (PNS).

Mendiknas menjelaskan, pe­ngangkatan itu akan dilakukan secara ketat dan disesuaikan dengan kebutuhan bidang yang diperlukan. Selain itu juga disamakan dengan jumlah kebutuhan guru di suatu daerah.

"Daerah sendiri yang akan mengusulkan berapa guru yang akan diangkat dan dicocokkan dengan data guru yang ada di Kemendiknas," katanya di Kemendiknas kemarin.

Mantan Menkominfo itu menambahkan, penyeleksian ketat juga akan dilakukan berdasarkan kualifikasi pen­didikan, yakni harus lulusan diploma IV atau strata 1. Ke­mendiknas juga tengah mencoba metode baru untuk menjaring guru berkualitas. "Tahun ini kita mulai rekrut calon guru. Di semester 7 atau 8 ca­lon guru itu direkrut dan diberi beasiswa, diasramakan,

dan dilatih. Mereka akan langsung praktik di daerah terpencil. Setelah lulus mereka tidak perlu proses sertifikasi lagi," katanya. Mengenai jumlah guru yang akan diangkat dan berbagai proses lain, Mendiknas menyatakan pada tanggal (19/8) akan ada rapat koordinasi de­ngan Wapres Boediono untuk membahas moratorium tersebut. Dia menjelaskan, guru dan dosen merupakan pega­wai fungsional yang tidak terkena moratorium. Namun bagi pegawai administrasi atau non fungsional mulai tahun ini akan distop pengangkatannya.

Mantan Rektor ITS itu menuturkan, walaupun di tingkat sekolah dasar (SD) itu butuh petugas tata usaha (TU), target pemerintah memang hanya akan mengangkat pegawai yang prioritas saja. "Tapi kan moratorium tidak sampai akhir hayat. Jangan sampai mengacaukan ada yang distop dan ada yang ditambah. Kalau kita stop pengangkatan dosen, lalu siapa yang mengajar," imbuhnya.

Kepala Pengurus Besar Persatuan Guru Republik lndonesia (PB PGRI) Sulistiyo berpendapat, Kemendiknas harus mempunyai data atau pendataan yang baik atas guru ini mulai dari jumlah guru per kelas hingga per jumlah studinya. Dia meminta angka yang didapat jangan asal-asalan karena masih banyak guru yang belum diangkat menjadi PNS. "Pemerintah harus mengangkat guru dengan sistem yang berbeda layaknya PNS pada umumnya. Tidak benar jika syaratnya itu sertifikasi karena masih ba­nyak guru yang belum tesertifikasi," bebernya.

Anggota Komite III DPD itu menyebut, sebaiknya Kemen­diknas memprioritaskan peng­angkatan guru honorer tahun ini. Pasalnya, mereka dibayar dengan upah yang sangat rendah dari lamanya mereka be-kerja. "Mereka hanya dibayar Rp 100.000-300.000. Bahkan masih ada yang dibayar dengan beras,"ujarnya. (dikutip dari SI)

Jatuh Korban di PLPG

Sebenarnya kalau mengerjakan/ mengikuti kegiatan apapun itu kalau kita siap terlebih dahulu akan berakhir lebih baik. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru Rayon (PLPG) 116 tahap V yang dilaksanakan 27 Juli hingga 5 Agustus 2011 lalu di FKIP Universitas Jember berlangsung dalam tekanan tinggi. Betapa tidak, sebelum tahapan V dimulai informasi akan adanya korban jiwa akibat PLPG beredar di kalangan peserta.

Seperti saat sesi pertama pembuka pelatihan, peserta sangat tegang, meski para instruktur memberikan motivasi, akan tetapi masih belum bisa mencairkan suasana. Memasuki hari ketiga, dalam sesi workshop pembuatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) karena apa yang telah dipersiapkan dari rumah, berbeda sama sekali. Peserta harus membuat lagi dari awal. Gugup sudah pasti meski instruktur menjelaskan dengan baik, toh materi tetap tidak nyantol. Pun ketika pembuatan perangkat pembelajaran, suasananya tak jauh beda dengan workshop sebelumnya. Lagi-lagi bahan yang disiapkan dari rumah harus disingkirkan dan diganti dengan hasil karya sendiri. Usaha-usaha nakal masih terjadi seperti pada tahapan pelatihan sebelumnya.

Bukan hanya itu, usaha untuk memberi sejumlah rupiah dan materi, berkembang di awal pelatihan di setiap rombongan belajar di setiap ruang belajar yang ada.Seperti yang terjadi di kelas mata pelajaran Pendidikan Jasmani. Meski kecil nilainya, tapi substansi yang ada sangat besar, karena harapan yang ingin diraih adalah lulus dari PLPG. Ironis. Ketika sesi yang ditakuti, yaitu peer teaching berlangsung , juga menelan korban. Saat seorang peserta praktik jatuh pingsan di depan penguji. Atau, ketika ujian tulis dilaksanakan ternyata semua materi ujian yang lalu berbeda dan tak ada yang keluar sama sekali. Rasa kecewa terlihat ketika waktu ujian hampir habis, hampir semua peserta belum selesai mengerjakan, baik soal pilihan ganda maupun esai.

Ketika bel berbunyi, tanda ujian berakhir, raut wajah sumringah, tingkah laku lepas bebas terpancar dari para peserta.Apapun yang terjadi, ketika semua peristiwa di PLPG terjadi, bersumber dari diri sendiri, apa yang telah dipersiapkan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Dan ketika harapan untuk menggapai sesuatu nilai yang besar, pasti diiringi dengan usaha yang besar juga. Akhirnya sudah siapkah kita menerima harapan itu dengan segala konsekuensinya suatu ketika nanti? Andalah yang tahu, para peserta PLPG, guru profesional (dikutip dari surya)

10 Agustus 2011

Tenaga Honorer Kategori I dan II

Berita yang paling ditunggu oleh para GTT adalah Pengangkatan Tenaga Honorer Kategori I dan II. Tenaga honorer yang memenuhi kreteria (MK) akan tetap diangkat walaupun nantinya moratorium PNS berjalan di Indonesia. Jadi tidak usah khawatir kaitannya antara moratorium dengan pengangkatan tenaga honorer yang telah masuk database. Selama memenuhi persyaratan dan lolos hingga pemberkasan nanti, tenaga honorer kategori I dan II memiliki hak untuk diangkat CPNS. Demikian pemaparan Direktur Pengendalian Kepegawaian I Bosman Sitinjak (dikutip dari BKN)

Tenaga honorer kategori I dan II yang telah masuk database harus sesuai persyaratan seperti yang tercantum di SE Menpan No. 05 Tahun 2010 yaitu : usia minimal 19 tahun dan maksimal 46 tahun per 01 januari 2006, bekerja secara terus menerus di instansi pemerintahan minimal 1 tahun pada 31 desember 2005, gaji dibayarkan dari APBD/APBN untuk kategori I dan non APBD/non APBN untuk kategori II yang dibuktikan dengan dokumen penunjang.

Nah kalau belakangan ini ada berita tentang moratorium antar menteri bahwa untuk penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil tahun ini dihentikan ternyata memang tidak langsung berlaku ketat. Jadi kebijakan ini nantinya bisa diperlonggar menyesuaikan daerah, apalagi yang masih kurang. Tapi ingat lho ya... kategori II akan diadakan seleksi lagi tersendiri dan disaring berdasakan keahliannya.

08 Agustus 2011

Pengangkatan Tenaga Honorer 2011

Walau masih berupa kabar di media, tapi merupakan angin segar bagi para Pemberkasan Tenaga Honorer baik KAtegori 1 maupun 2. MenPAN mengatakan disalah satu media bahwa Penerimaan CPNS untuk tahun ini akan dilakukan seleksi antara pendaftar umum dan Tenaga Honorer yang masuk dalam pemeberkasan.

Tenaga honorer yang masuk di Pusat sekitar 520 ribu , yang kategori 1 bersumlah sekitar 140 ribu sisanya kategori 2. Dikarenakan banyak sekali tenaga honorer yang disiplin ilmunya tidak sesuai dengan tempat bekerja di linkungan Pemerintah maka akan banyak tenaga honorer yang harus melakukan perjanjian terlebih dahulu.

Peraturan pemerintan tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS saat ini dalam penggodokan tahap akhir, dimungkinkan akhir bulan ini selesai dan Kuota masing-masing daerah segera bisa diketahui. JAdi yang tenaga honorer kategori 2 akan di test dan diadu sesama tenaga honorer, nah bagi kamu yang sudah pasti masuk database tenaga honorer maka bersiap-siaplah dan latihan mengerjakan soal mulai dari sekarang. hehehh selamat belajar

01 Agustus 2011

GTT & GTY se-Jatim Terima Rp 1,8 Juta

Setelah menunggu dan berharap-harap cemas, akhirnya keluar juga tunjangan iri hati (sebutan lain dari tunjangan fungsional) dimana guru yang mendapat tunjangan profesi tidak akan mendapatkan tunjangan fungsional ini (karena udah dapat tunjangan profesi yang jauh lebih banyak) . Info ini dikumpulkan dari beberapa media.. semoga cepet cairnya....

Guru tidak tetap (GTT) di seluruh Jawa Timur akan tersenyum menyambut bulan Ramadhan. Sebanyak 24.620 guru non-PNS ini bersama guru tetap yayasan (GTY) mendapat tunjangan Ramadhan dari Pemprov Jatim. Setiap guru mendapat uang saku Rp 1,8 juta.
Setiap GTT atau GTY yang sudah mengajar 24 jam sebulan berhak atas tunjangan tersebut. Besarannya setiap bulan Rp 300.000. Kalau dirapel enam bulan periode Januari-Juni, setiap GTT ini menerima Rp 1,8 juta. Tanpa ada potongan pajak.

Saat berbincang dengan Surya, Kepala Bidang Tenaga Pendidik dan Kependidikan Dinas Pendidikan Jawa Timur, Nur Srimastutik, memastikan Senin (1/8/2011) besok, seluruh guru non-PNS tersebut bisa menikmati tunjangan fungsional guru. “Itung-itung sangu buat menyambut datangnya puasa,” ucap Nur, Minggu (31/7/2011).

Nur tidak menolak jika dikatakan bahwa tunjangan bagi GTT dan GTY tersebut sebagai peredam keirian GTT setelah akhir pekan kemarin, seluruh PNS yang lolos sertifikasi menerima tunjangan profesi pendidik (TPP). Sama dengan TPP, tunjangan fungsional diterimakan secara rapel.

Setiap GTT atau GTY yang sudah mengajar 24 jam sebulan berhak atas tunjangan tersebut. Besarannya setiap bulan Rp 300.000. Kalau dirapel enam bulan periode Januari-Juni, setiap GTT ini menerima Rp 1,8 juta. Tanpa ada potongan pajak.

Untuk memenuhi hak pendidik trersebut, Dinas Pendidikan Jatim sekaligus Pemprov sudah menyiapkan anggaran khusus. Nur mengaku telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 44.3 miliar khusus untuk puluhan ribu guru seluruh Jatim tersebut. Terima kasih sekali, dan selamat buat para GTT dan GTY, gunakan uang dengan baik yaa....

28 Juli 2011

Cairnya Tunjangan Profesi Sertifikasi 2011

Setelah beberapa saat yang lalu masih belum ada kabar tentang cairnya tunjangan profesi, ternyata hari ini (untuk kota-kota di jawa timur) sudah bisa melihat di rekening masing-masing, cuman yang cair adalah mereka dari PNS guru.

Saya juga kecipratan syukurannya,... hehheeh nggak dapat uang sih... batik dan makan-makan lumayan... Bagi guru Swasta masih belum keluar (dibawah diknas) kalau yang dibawah menteri agama (kalau dulu Depag) masih sangat tidak jelas... untuk menerima kan harus punya NRG (nomer registrasi Guru) karena biar tahu gajinya tu disamakan dengan golongan berapa.

MEnyambut bulan Puasa semua guru negeri (PNS) yang sudah sertifikasi jadi semakin siap apalagi menghadapi lebaran hehehehhe. semoga tunjangan ini berjalan terus dan pendidikan semakin bertambah lebih baik

20 Juli 2011

CPNS Umum Stop, Angkat Tenaga Honorer

Sudah lama menunggu kapan Peraturan Pemerintah tentang pengangkatan tenaga honorer diangkat menjadi PNS. HArapan itu kembali mencuat hari kemarin ketika membaca kompas.com. Moratorium penerimaan calon pegawai negeri sipil akan diberlakukan mulai tahun ini. Namun, kebijakan itu tidak berlaku bagi lembaga-lembaga tertentu.

Sekretaris Menteri Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tasdik Kinanto mengatakan, jeda penerimaan CPNS ini untuk menahan pembengkakan anggaran negara. Namun, menurutnya, kebijakan ini tidak berlaku bagi kementerian/lembaga yang melakukan ikatan dinas.

Selain pendidikan kedinasan, pengecualian juga diberikan kepada tenaga-tenaga honorer yang sebelumnya sudah dijanjikan akan diangkat menjadi PNS. Jadi, bagi mereka yang sebelumnya sudah dijanjikan, dengan adanya moratorium ini tetap akan diangkat menjadi PNS. Menurut Tasdik, jika ada kebutuhan pegawai yang mendesak di daerah, perekrutan juga masih bisa dilakukan.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan mengatakan, moratorium penerimaan CPNS secara keseluruhan sulit dilakukan. Dia beralasan masih ada daerah yang membutuhkan pegawai.

Semoga Tenaga Honorer Non APBD & APBN (kategori II) segera diangkat, sehingga tidak ada lagi tenaga honorer apalagi guru.