GURU

Berbagi menjadi Guru, Trainer, Motivator Untuk Masa Depan Negara yang lebih Gemilang

Pendidikan Profesi Guru

PENDIDIKAN PROFESI GURU / PPG

DIGITAL MARKETING DENGAN AI

Digital Marketing menggunakan Kecerdasan Artifisial

DIGITAL MARKETING

Pelatihan Digital Marketing SMK se Jawa Timur di bawah Pondok Pesantren

Makan Bergizi Gratis

Program Makan Bergizi Gratis / MBG Tahun 2026

29 Maret 2010

UN SMP

Setelah UN SMA/ SMK kali ini UN SMP, minggu depan UN SD, Libur .... TAnggal 1-4 long weekend. Enak kalau dibuat liburan apalagi ada yang bayarin. Kembali ke UN, belakanagn ini berdoa sebelum UN menjadi Tren, khususnya di MTS ataupu sekolah yang bernafaskan Islam.

Meminta restu Orang tua juga merupakan kultur, jadi dilakukan secara bersama-sama. Istighosah namanya kalau di kalangan Nadliyin (NU red). Apakah dengan berdoa dan meminta resxtu orang tua ini ada pengaruhnya terhadap nanti hasil dari UN ? OK marilah kita lihat dari sisi bagaimana otak kita berpikir. Ternyata otak kita ini memiliki frekuensi agar bisa bekerja lebih optimal. Nah berdoa merupakan frekuensi yang lain di dalam keseharian. Kondisi berdoa menyadarkan otak bawah sadar untuk mengingat yang sudah masuk dalam pikiran/ otak kita. So otomatis ingatan kita akan kembali segar. Kondisi berdoa adalah kondisi pasrah pada yang kuasa dan Otak kita secara otomatis masuk di kondisi ini.

Berusaha semaksimal mungkin (ikhtiar) dan diakhiri berdoa merupakan hal yang harus dilakukan. Apapun hasilnya kita serahkan pada yang kuasa.

24 Maret 2010

PENGAWAS UN

KArena berposisi sebagai guru Horor bin Sukwan maka nggak akan selalu mendapat jatah menjaga Pengawas Ujian Nasional, apalagi bukan guru kelas (kalau di SD). Jadi ketika Try Out SD Dinas KAbupaten dipilih jadi pengawas kaget juga, maklum seringnya nggak pernah kebagian, jadi bisa santai bin pulang cepat.

Namanya juga anak-anak, ada saja trik mereka agar dapat contekan salah satunya adalah pergi ke kamar mandi. MAsak baru masuk 30 menit sudah ke kamar mandi ? dan ternyata teman sekelasnya yang beda ruang juga ada disana... heheheh lucu deh. Ketika di kamar mandi mereka sama-sama masuk di satu kamar mandi (4 orang). Lucu banget dan kasihan mereka. Saya beranggapan mereka tidak akan melakukan itu kalau tidak diberitahu, dan apalagi kalau mereka bisa percaya diri siap menghadapi Ujian. KAsihan masa depan mereka kalau harus seperti itu dalam mengerjakan Ujian. Jadi persiapkan diri Mengahadapi UN / UASBN adalah kewajiban agar mendapatkan hasil yang baik

20 Maret 2010

Tips menghadapi Ujian Nasional (UN) / UNAS

Seperti tahun biasanya, UN (Ujian nasional) dimulai dari level SMA/ SMK, berikutnya SMP, baru di SD. Besok senin ujian untuk SMA / SMK, khusus untuk tahun ini ada ujian ulang (tidak lulus ya ujian lagi). di tahun sebelumnya kebijakan ini masih belu ada. Mungkin dikarenakan kalah di pengadilan, bahwa Pemerintah tidak boleh mengadakan UNAS.

Ada banyak pro dan kontra, namun menurut saya pribadi, janganlah hal ini dibiarkan berlarut. Apa pun yang diterapkan pemerintah pasti sudah dikaji terlebih dulu sebab akibatnya. So kalau kita semua siap maka usaha kita sampai disitu, masalah nanti bagaimana hasilnya sudah bukan urusan lagi. Apakah ada tips menghadapi Unas biar lebih tenang bin oke dan bisa menjawab lebih tenang ?
1. Persiapkan semua perlatan yang dibutuhkan
2. Jangan menggunakan SKS (sistem kebut Semalam) tapi gunakan belajar yang continue
3. Datang 15 menit sebelum dimulai
4. Sebelum mengerjakan berdoa plus gunakan pernafasan yang teratur

14 Maret 2010

Harapan Pengangkatan Guru Honorer

Mungkin berita pengangkatan guru honorer maupun Guru tidak tetap (GTT) menjadi isu terhangat untuk dibahas, hal ini dikarenakan jumlah PNS apalagi guru yang akan pensiun di tahun ini berjumlah banyak. Total untuk tahun ini saja sampai 150 ribu PNS pensiun. Mereka ini merupakan angkatan SD Inpres, dimana di jaman Pak Soeharto banyak sekali mengangkat PNS baru khususnya Guru (Politik dan mengharuskan dari partainya).

Setelah adanya PP no 22 tahun 2005 bahwa pemerintah daerah dilarang mengangkat tenaga honorer harapan para tenaga honorer menjadi berkurang untuk masuk dijajaran PNS. Harapan ntuk menjadi seorang yang diakui poleh Pemerintah dan semua fasilitasnya. Berdasarkan info yang telah diterima bahwa pemerintah akan kembali memverifikasi honorer yang belum terangkat yang masa kerja mereka diangkat sebelum 2005 / peraturan belum keluar.

Terus bagaimana kelanjutannya, kita tunggu saja kebijaksanaan yang telah diambil oleh Pemerintah. Rejeki memang terus dicari, pasrah deh sama yang kuasa, berdoa terus karena setelah kita berusaha maksimal semua akan menjadi kehendak-NYA. itulah yang terbaik walau kadang kita menganggap tidak (karena tidak tahu apa maksud dibalik semua itu)

07 Maret 2010

Facebook semakin Menjadi

Setelah beberapa kali mengalami pertumbuhan yang dahsyat akan jumlah pemakainya, Facebook kembali dengan kemudahan dan keasyikan terbaru akan membuat pundi-pundi pemasukan facebook semakin bertambah banyak. Dan diperkirakan pendapatan pada tahun ini akan melebihi 1 Milliyar Dollar atau kalau di rupiahkan setara 9,2 Trilyun.

Terus apa hubungannya dengan blog ini ya.... Akta4 ? pasti adalah, akta4 merupakan program bagi guru yang lulus dari sarjana non kependidikan walau sekarang sudah dihapus keberadaannya. Guru harus menguasai facebook juga.... hehehhe maklum perkembangan situs jejaring sosial satu ini kalau diambil positifnya banyak sekali sedangkan kalau sisi negatipnya juga ada walau sedikit.

Sayangnya di media massa facebook terlanjur menanamkan kejelekan, seperti anak gadis pergi dengan orang yang dikenal facebook dan lainnya.By The way anyway Busway, para orang tua harus menyadari ini terutama para guru. Agar dalam penerapan perkembangan teknologi satu ini menjadikan ilmu para guru bertambah dan siswa semakin banyak sumber ilmunya. So apa salahnya belajar facebook ?

05 Maret 2010

KUOTA SERTIFIKASI

Untuk tahun ini kuota sertifikasi telah keluar lebih awal, biasanya keluar di pertengahan tahun. Ini terjadi karena pemerintah mungkin lebih berpengalaman, dan siap dalam menjalankan sertifikasi guru. Di beberapa Kabupaten kuota sertifikasi sudah diketahui dan telah dibahas kapan pengumpulan Portofolio. Dan seperti biasa para guru yang terpilih mengumpulkan data sertifikasi milik mereka, karena tenggat waktu yang diberikan adalah 1 bulan.

Akhir bulan ini semua sertifikasi harus dikumpulkan (khusus sertifikasi diknas) sedangkan sertifikasi untuk guru depag masih belum ada pengumuman, biasanya 1 bulan setelah sertifikasi Diknas baru kemudian Depag. Asesor sudah ditetapkan dan seperti tahun-tahun sebelumnya. Agar para guru siap dalam menjalankan tugas maka lebih baik siapkanlah semua data agar apabila mendapat jatah kuota sertifikasi tidak kebingungan, apalagi mereka yang sudah memiliki masa kerja diatas 10 tahun.

27 Februari 2010

Akta4 .....

Setelah program akta4 ini sudah tidak dipakai oleh pemerintah dan diganti dengan PLPG, secara perlahan namun pasti jumlah pengunjung yang masuk diblog AKTA4.blogspot.com berkurang drastis. DUlu dalam pencarian saja satu hari bisa menyentuh 200 pengunjung, tapi sekarang drastis... paling tertinggi cuman 75/ hari.

Memang sih blog ini tidak akan saya tutup, akan tetap digunakan untuk membantu para guru, apalagi guru baru dan mereka berasal dari pendidikan non kependidikan. Mungkin 3 tahun lagi akta4 akan tenggelam, sertifikasi, portofolio, pendidikan dan kepelatihan guru yang jumlahnya akan naik sampai tahun 2015 dimana pada saat itu diharuskan guru sudah memiliki standart profesionalis + mendapatkan gaji sertifikasi.

So berikutnya yang akan dibahas akan mengarah langsung ke RPP, Silabus dan materi lainnya yang berhubungan langsung dengan guru, walau sebenarnya blog ini berjudul Akta4 yang harus selal berhubungan dengan guru.

20 Februari 2010

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

SD/MI :
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/Semester : I/1
Standar Kompetensi : 2. Membiasakan tertib di rumah dan di sekolah
Kompetensi Dasar : 2.1 Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan disekolah
2.2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah
Inkator : - Mampu menjelaskan pengertian tata tertib di rumah dan di sekolah
- Mampu memberikan contoh tata tertib di rumah
- Mampu memberikan contoh tata tertib di sekolah
- Mampu menjelaskan tata tertib di sekolah
- Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit
Tujuan Pembelajaran : Setelah selesai proses pembelajaran, siswa dapat :
1. Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan disekolah
2. Menjelaskan cara melaksanakan tata tertib di rumah dan disekolah
Materi Pembelajaran : 1. Pentingnya tata tertib di rumah dan disekolah
2. Melaksanakan tata tertib di rumah dan disekolah

Metode Pembelajaran
Ceramah bervariasi, tanya jawab, inquiri, penugasan, dan diskusi kelas.

Langkah – langkah Pembelajaran
Pertemuan I
1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
a. Siswa menjawab pertanyaan dari guru tentang materi sebelumnya.
b. Siswa mendengarkan penjelasan dari guru

2. Kegiatan Inti (40 menit)
a. Siswa membaca cerita bergambar secara bergantian
b. Siswa dibimbing guru pada saat membaca cerita bergambar
c. Siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang cerita bergambar tersebut
d. Siswa menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan cerita bergambar

3. Kegiatan Penutuo (10 menit)
a. Siswa mendengarkan dengan seksama jawaban dari guru
b. Siswa mendengarkan nasihat guru untuk rajin belajar

Pertemuan II
1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
a. Siswa mendapat pertanyaan dari guru tentang kegiatannya di rumah
b. Siswa menceritakan kegiatannya di rumah kepada guru dan teman – teman lainnya

2. Kegiatan Inti (40 menit)
a. Siswa membaca pengertian tata tertib
b. Siswa membaca dan mencermati gambar tentang tata tertib di rumah
c. Siswa mendengarkan penjelasan dari guru entang tata tertib di rumah

3. Kegiatan Penutup (10 menit)
a. Siswa diberi kesempatan bertanya tentang materi yang belum jelas
b. Siswa mendapat ugas PR untuk mencari contoh tata tertib di rumah masing – masing

Pertemuan III
1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
a. Siswa menyampaikan hasil tugas PR-nya di depan kelas
b. Siswa mendengarkan tanggapan dari guru

2. Kegiatan Inti (40 menit)
a. Siswa membaca materi tentang pentingnya tat tertib di rumah
b. Siswa mencermati gambar tentang pentingnya tata tertib di rumah
c. Siswa menjawab pertanyaan dari guru tentang pentingnya tata tertib di rumah
d. Siswa menyimak dengan seksama pennjelasan dari guru


3. Kegiatan Penutup (10 menit)
a. Siswa bertanya guru tentang materi kepada guru tentang materi yang belum jelas
b. Siswa mendengarkan jawaban yang di berikan guru

Pertemuan IV
1. Kegiatan Pendahuluan I
a. Siswa menjawab pertanyaan dari guru tentang contoh tata tertib di rumah
b. Siswa menjawab pertanyaan dari guru tentang contoh tata tertib di sekolah

2. Kegiatan Inti (40 menit)
a. Siswa menyimak dengan seksama penjelasan dari guru tentang tata btertib di sekolah
b. Siswa memberikan contoh tata tertib di sekolah sesuai dengn gambar
c. Siswa menjelaskan secara singkat contoh tata tertib di sekolah tersebut
d. Siswa mendengarkan penjelasan guru sesuai conoh pada gambar

3. Kegiatan Penutup (10 menit)
a. Siswa bertanya kepada guru tentang contoh tata tertib di sekolah
b. Siswa mendengarkan jawaban dari guru

Sumber Belajar
1. Buku teks siswa Pendidikan Kewarganegaraan Kelas Untuk I SD/MI penerbit Cempaka Putih.
2. Buku pendukung yang terkait
3. Orang tua / keluarga
4. Tokoh masyarakat
5. Surat kabar dan majalah

Penilaian
Penilaian di lakukan sebelum, selama dan sesudah proses pembelajaran. Penilaian tertulis di berikan pada pertemuan kesembilan. Sedangkan untuk pertemuan ke-1 sampai dengan ke-8 penilaian lebih ditekankan melalui kegiatan tanya jawab di kelas, aktivitas siswa saat did
1. Tes Tulis
Tes tulis meliputi tiga bentuk, yaitu tes pilihan ganda, tes uraian, dan soal kasus. Tes tulis ini terdapat dalam buku Pendidikan Kewarganegaraan kelas untuk I SD/MI penerbit Cempaka Putih, Halaman 55-58. Adapun jawaban dari soal – soal tersebut.
Bagian I
A. Ayo memilih jawaban
1. a 6. a
2. b 7. c
3. c 8. b
4. a 9. c
5. c 10. b

Bagian II
B. Ayo menjawab pertanyaan
1. Merapikan tempat tidur
2. Agar Tidak ada peralatan sekolah yang tertinggal
3. Mendengarkan dengan seksama
4. Suasana belajar menjadi tenang sehingga mudah menerima pelajaran
5. Sepulang sekolah langsung ganti baju
Selesai belajar mematikan lampu belajar
Melaksanakan tugas piket
Mengerjakan ulangan dengan tenang
Bagian III
C. Ayo menyelesaikan masalah
1. a. Menghibur adik
Membantu ibu menyiapkan sarapan pagi
b. Karena sudah menjadi kewajiban seoran anak terhadap orang tua.
2. a. Tidak setuju
b. Sabar dan tidak perlu
3. a. Mematuhi tata tertib
b. Karena sudah menjadi kewajiban murid untuk mematuhi tata tertib sekolah.
4. a. Dapat menyebabkan sakit
b. Sebelum makan seharusnya rodi membersihkan badan
5. a. Tidak benar
b. Sogi seharusnya dating kesekolah lebih awal dan melaksanakan tugas piket kelas


2. Tes Non-Tulis
Penilaian tes non – tulis ini dilakukan pada kegiatan diskusi dan pembiasaan. Adapun contoh table penilaian dapat dilihat dalam lampiran.


Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Kelas



Tabel Penilaian
Nomor
Siswa Nama Siswa Aspek Yang Dinilai Catatan Guru
(a) (b) (c) (d)

Catatan : Aspek penilaian dan table penilaian dapat di kembangkan sendiri oleh guru sesuai dengan materi kegiatan yang ada.

Lampiran
1. Contoh penskoran/penilaian tes tulis sebagi berikut.
Bentuk Soal Jumlah Soal Bobot Tiap Soal *) Skor Maksimal
Pilihan Ganda
Uraian
Kasus 10
10
5 3
4
6 30
40
30
Jumlah 100

2. Contoh penskoran/penilian tes non tulis sebagai berikut.
Penskoran





a. Bercerita di depan Kelas
Aspek yang dinilai seperti berikut.
1) Keberanian dalam bercerita
2) Kelancaran atau kemampuan bercerita
3) Sikap dalam bercerita
4) Keruntuhan cerita
Tabel Penilaian
Nomor
Siswa Nama Siswa Aspek Yang Dinilai Catatan Guru
(a) (b) (c) (d)



Catatan : Aspek penilaian dan table penilaian disesuaikan dengan aspek penilaian pada tiap – tiap bab.
b. Mempresentasikan Hasil Kegiatan
Aspek yang dinilai sebagi berikut.
Presenter
1) Keberanian dalam mempresentasikan hasil kegiatan
2) Ketepatan (logika) dalam berpendapat
3) Sikap dalam mengajukan pendapat
4) Sikap dalam menerima pendapat teman

18 Februari 2010

Sertifikasi untuk Guru

Kalau beberapa tahun yang lalu sertifikasi diadakan di pertengahan tahun, nah sekarang ini masuk diawal tahun 2010 sudah langsung sertifikasi. Jadi sebaiknya memang para guru menyiapkan semua yang dibutuhkan dalam sertifikasi. Mulai dari piagam / sertifikat / ijazah, membuat Rpp dan silabus dll... usahakan sudah dipilih + disendirikan.

Banyak para guru terlihat kelabakan, ya mereka ingin lulus portofolio daripada tidak lulus nanti harus ikut PLPG yang biasanya 2 minggu nonstop. Tapi ini semua untuk meningkatkan Sumber Daya MAnusia terutama guru. So apapun yang terjadi jalani saja... jangan takut nggak lulus, lebih baik lulus hasil benar, tidak dibuat-buat. Belakangan ini mulai banyak para guru yang sudah mulai melanggar peraturan, akibatnya mulai ngawur.

Yang penting lulus, apapun akan di tembus... sadarlah, portofolio adalh kaca diri guru, jadi kejujuran sangat diharapkan. Lulus - Jujur - Mujur (dapat tunjangan sertifikasi).

13 Februari 2010

TRY out ?

Sebelum mengalami ujian Nasional, sekarang ini setiap pemerintah daerah mengadakan try out terlebih dahulu, setidak-tidaknya melatih para siswa. Tahu tidak hasilnya ? 100% siswa swasta tidak lulus, wow... heran ? kalau saya tidak... itulah kenyataan yang harus kita terima. Siswa sebenarnya belum bisa dikatakan siap.

Adalah sebuah sekolah yang menerapkan belajar 3 mata pelajaran yang di UASBN kan. jadi mulai awal bulan februari mereka dilatih soal-soal ujian tersebut. Bapak dan ibu guru bilang nanti saja setlah UASBN selesai baru mata pelajaran lainnya diajarkan. Hal inilah yag ditakutkan. BAgaimana tidak ? untuk menentukan kelulusan siswa harus memiliki nilai 5,5 untuk semua mata pelajaran yang di UASBN dan kalau tidak lulus ada ujian ulang. kalau tidak lulus lagi ya mengulang atau ikut kejar paket C.

Akhirnya lebih baik belajar UASBN saja.. lainnya belakangan, lha wong ini yang penting (kata pemerintah). Inilah yang bisa merusak generasi yang akan datang karena mereka mengganggap dengan lulus UASBN maka aman deh semuanya... KAsihan generasi kita ini, Pemerintah berpikirlah yang lebih jernih...

12 Februari 2010

Program Guru Dua Tahun

SURABAYA - Universitas PGRI Adibuana (Unispa) bekerja sama dengan Dispendik Surabaya me-launching program pendidikan guru dalam jabatan di kampus Unispa kemarin. Program itu bisa ditempuh dalam empat semester atau dua tahun.

Kepala Dispendik Surabaya Sahudi berharap, program pendidikan ini bisa benar-benar meningkatkan kualitas guru. Tidak hanya sebagai ajang untuk mencari sertifikat atau ijazah. Perolehan tunjangan profesi pendidik yang mungkin diperoleh setelah proses sertifikasi, janganlah dijadikan alasan utama untuk mengikuti program tersebut. ''Fokusnya pada peningkatan kualitas,'' ungkapnya.

Senada dengan itu, Rektor Unispa Sutijono tidak ingin lulusan program tersebut tidak bisa melakukan apa-apa. Dia mengaku sering mendengar selentingan, banyak guru yang sudah ikut banyak pelatihan dan program profesi, tapi di kelas tidak mengalami perubahan signifikan. Itu yang tidak diinginkan semua pihak.

''Sudah bayarane gede, ikut pelatihan di mana-mana, tapi mutunya tetap,'' ujar Sutijono.

Program guru dalam jabatan ini akan memakan waktu 4 semester atau 2 tahun. Bisa ditempuh oleh para lulusan D-2 PGSD atau lulusan SPG yang sudah aktif mengajar. Pengalaman kerja dan prestasi yang telah diperoleh di masa kerja sangat dihargai. Peserta yang memiliki masa kerja dan pencapaian yang baik selama mengajar akan dinilai dengan objektif sehingga hasil akhir pendidikannya pun akan terangkat.

Angkatan pertama program ini diikuti 26 mahasiswa. Mereka adalah para guru aktif dari Surabaya dan sekitarnya. Proses pendidikan dimulai kemarin. dikutip dari jawa pos

09 Februari 2010

Jangan Bawa Emosi ke Sekolah !

Inilah yang sering terjadi pada guru, biasanya karena terjadi permasalahan di rumah tangga, baik ekonomi dan lainnya. Alangkah lebih baik kalau semua permasalah dilupakan ketika masuk di sekolah. Lihat lah mereka... siswa yang lucu,, yang belum mengerti banyak masalah dunia.

Jadi setiap manusia pasti punya masalah, tidak peduli itu guru.... so dengan EQ yang baik + SQ yang oke semua hal yang jelek tak mungkin terjadi. Repot, selalu ada masalah itulah manusia. Guru harus bisa menata emosi agar siswa BISA menerima pelajaran dengan baik dan benar

02 Februari 2010

Masuk Sekolah

Setelah libur satu minggu, akhirnya kembali lagi ke sekolah, bagi para guru melanjutkan lagi perjuangannya. Ketika masuk awal semester seperti ini ternyata banyak juga anak yang pindah, dan ada yang masuk baru juga. Di awal tahun ini jumlah guru yang akan tersertifikasi kelihatannya kuota bertambah. Sayang bagi GTT masih belum tersentuh. Nggak apa-apa yang penting segera diangkat dulu :)

KArena hari pertama masuk biasanya siswa masih belum memiliki semangat sebesar biasanya, maklum barusan liburan, so pemanasan dulu. Para guru biasanya memakai berbagai macam trik untuk membuat suasana kelas lebih hidup dan menyenangkan. Bosan menggelayut di otak para siswa, mereka akan berpikiran .. wah masuk sekolah lagi... tapi bagi yang seneng ...akhirnya ketemu teman-teman...

nah pada tahun ini yang paling pusing adalah siswa kelas 6, 9, 12. Khusus kelas yang akan melanjutkan kejenjang berikutnya. Ujian nasional menjadi bulan MAret (biasanya Mei). Sekarang mereka harus menjalani latihan soal + materi harus habis kasihan... Tapi ini juga untuk mereka... kita doakan saja agar semua lancar dan mendapat nilai yang baik..!

26 Januari 2010

Rekomendasi Angkat Guru Honorer CPNS

Rapat Gabungan Mendiknas, Menag, Men pan, dan DPR

JAKARTA - Semua guru honorer harus diangkat menjadi CPNS. Itu salah satu rekomendasi rapat gabungan antara Komisi II, VIII, dan X DPR RI dengan Mendiknas M. Nuh, Menag Suryadharma Ali, Men pan E. E. Mangindaan, dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Edy Topo Ashari di gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin (25/1).

Rapat gabungan itu juga merekomendasikan agar guru honorer yang tidak dibiayai APBN dan APBD mendapat perhatian. Terutama kesejahteraan mereka.Rapat gabungan yang dipimpin Ketua Komisi VIII Burhanuddin Napitupulu itu menyepakati persoalan guru honorer harus dituntaskan menyusul segera disahkannya Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) soal pengangkatan guru honorer. Guna mempercepat program itu, segera dibentuk panita kerja (panja). Anggotanya dari Komisi II, Komisi VIII, dan Komisi X.

Tugas panja adalah memberikan masukan untuk RPP supaya tidak ada diskriminasi terhadap guru honorer. Masa kerja panja berlangsung satu bulan.Dalam rapat juga disepakati bahwa kesejahteraan guru menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah, seperti gubernur, bupati, dan wali kota. ''Guru yang sudah menjadi CPNS, namun belum diangkat, harus segera ditetapkan menjadi PNS tanpa seleksi. Cukup dengan verifikasi administrasi,'' terang Burhanuddin.

Para wakil rakyat meminta persoalan kesejahteraan guru menjadi fokus dalam pengangkatan guru PNS. Sebab, persyaratan pengangkatan guru PNS adalah kualifikasi S-1 dan berusia maksimal 46 tahun.

Menurut Wakil Ketua Komisi II Taufik Effendi, pengangkatan guru harus memperhatikan status dan kesejahteraan. ''Kalau secara status memang tidak memungkinkan untuk diangkat, harus dilihat aspek kesejahteraannya. Tidak harus menjadi PNS, bisa juga menjadi pegawai tidak tetap,'' ujar Taufik.

Dia menjelaskan, pengangkatan guru honorer menjadi masalah sejak terbitnya PP No 48 Tahun 2005 jo PP No 43 Tahun 2007 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi CPNS. Berdasar PP tersebut, sejak November 2005 pemerintah tak diperkenankan lagi mengangkat tenaga honorer baru. Semua tenaga honorer yang bekerja di sekolah negeri akan diangkat menjadi CPNS paling lama Desember 2009.

Ketua Komisi VIII Abdul Kadir Karding menambahkan, agenda lain yang dibahas panja adalah pengangkatan CPNS untuk mengakomodasi hasil keputusan DPR pada pertemuan Juli 2008 dan Oktober 2009. Juga akomodasi guru swasta yang tidak dibayar oleh APBN/APBD di sekolah negeri maupun swasta. ''Nasib guru swasta ini tetap tidak boleh dilupakan,'' katanya.

Politikus PKB itu menunjuk nasib para pengajar honorer di madrasah, mulai tingkat ibtidaiyah hingga aliyah. ''Peran mereka tidak bisa diabaikan begitu saja,'' tegasnya. Sementara itu, Mendiknas M. Nuh menjelaskan, sebelum terbit PP No 48 Tahun 2005, di antara 900 ribu guru, ada sekitar 104.000 yang belum diangkat menjadi PNS. Itu terjadi karena ada yang tercecer.

Selain itu, ada pembengkakan jumlah tenaga honorer. Berdasar data Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), guru bukan PNS di sekolah negeri pada akhir 2005 mencapai 371.685 orang, dan pada akhir 2009 naik menjadi 524.614 orang.

Nuh mengatakan, pengangkatan guru dibutuhkan untuk meng-cover guru yang pensiun. Selain itu, dalam rangka pemerataan distribusi guru ke daerah terpencil yang rasionya di bawah standar. (dikutip dari jawapos.co.id hari ini)

24 Januari 2010

Bonek Lagi Beken...

Mungkin kalau cara membaca nya diputus ada beberapa penafsiran dari judul posting ini, pertama Bonek (Bondo Nekat), kedua Bonek Lagi, Ketiga .. bonek lagi beken ! TApi apapun itu kita sekarang membahas Bonek, Suporter sepak bola Surabaya yang sangat fanatik kepada klu kebanggaan arek surabaya "Persebaya". 3 hari ini berita media massa memang terisi headline Bonek.

Bonek berangkat ke BAndung naik kereta Api untuk mendukung tim kesayangan mereka melawan Persib Bandung di stadion Jalak HArupat Bandung. Dalam perjalanan ,memang asal mulanya baik saja, ketika sampai di daerah Solo.. beda cerita, maklum Bonek lapar, jadi turun beli makanan, karena pemilik warung bingung bin takut akhirnya oknum bonek memanfaatkan ini untuk mengambil barang semua (kata koordinator lapangan Bonek). Nah kejadian inilah yang membuat orang SOlo tambah beenncciii sama Bonek.... jadi ketika balik dari Bandung Mereka siap melempari KEreta Api Bonek dengan batu DLL. Kayak waktu penjajahan saja hehehhe... tapi inilah reaksi yang muncul langsung dari masyarakat.

Kalau dipikir-pikir sebenarnya kalau Bonek dikelola dengan baik dan koordinator dengan baik hal-hal ini tidak perlu terjadi, Bisa dicontoh Aremania... baik tapi namanya juga suporter... Arema ketika main di Kediri juga pernah merusak... sampai 1 minggu lalu Kota kediri melarang pertandingan Persik dan Arema di stadion Brawijaya. Jadi pada intinya siapapun semua harus diwadahi dan dikoordinir dengan baik dan benar. karena massa yang banyak sangat bahaya kalau tidak ada koordinator. Kapan Sepak bola bisa maju kalau kayak begini ? Nah tugas orang tua dan guru untuk menjelaskan generasi berikut untuk menjadi lebih baik